Semen Padang Menggelar Acara syukuran Sekaligus Perpisahan dengan Widodo Santoso

Widodo SantosoPadang, SPARTACKS Cyber. Tim Semen Padang FC menggelar acara syukuran atas keberhasilan menempati posisi keempat kompetisi Liga Super Indonesia musim 2010-2011, sekaligus acara perpisahan dengan mantan Direktur Utama PT Semen Padang, Widodo Santoso di Wisma Indarung, Padang, Rabu (22 juni 2011).

Dalam Acara tersebut, Widodo yang juga mantan Ketua Umum Semen Padang FC, diberikan sebuah cendramata spesial dari para pemain berupa jersey atau kaos tim dengan nomor punggung delapan (8). Jersey yang selama ini dipakai oleh kapten tim Ellie Aiboy tersebut sebelumnya sudah ditandatangani oleh 23 skuad SPFC musim ini. “Kaos ini akan saya letakkan di tembok dinding tempat tidur saya,” tutur Widodo Santoso, setelah menerima kaos itu dari Ellie.

Selain itu, Widodo juga mendapatkan sebuah kaos pemain bertuliskan Widodo Santoso di belakangnya, dari Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Erizal Anwar.

Pelaksanaan acara perpisahan tersebut merupakan pertanda berakhirnya kebersamaan salah seorang calon anggota Exco PSSI ini dengan tim Kabau Sirah. Hal ini dikarenakan telah berakhirnya tugas Widodo sebagai Direktur Utama PT.Semen Padang. Namun ini bukan berarti orang yang berjasa atas keberlangsungan SPFC ini akan pensiun sebagai pejabat BUMN. Dikabarkan Widodo akan menempati jabatan baru di perusahaan milik negara ini sebagai Direktur Utama PT. Semen Tonasa, Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan ini Widodo tidak lupa menyampaikan harapannya agar Semen Padang FC bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih di ISL musim ini. “Kalau tahun ini kita posisi empat, saya harapkan tahun depan bisa naik ke posisi tiga atau dua,” katanya.

Berkaitan dengan kiprah Widodo di tim Semen Padang FC memang tak diragukan lagi oleh kalangan internal SPFC. “Keberhasilan Semen Padang menempati peringkat empat Superliga Indonesia tidak terlepas dari peran Pak Widodo. Perhatian beliau sangat tinggi pada tim ini,” kata Erizal Anwar.

Komisaris Utama Semen Padang, Muzani Syukur juga berpendapat sama. Secara khusus dia menyebut kegigihan Widodo bersama mantan Dirut sebelumnya, Endang Irzal, dalam mempertahankan eksistensi tim ini dari rencana pembubaran.

“Saya sangat apresiasi kegigihan beliau, kalau tidak ada Pak Widodo dan Endang Irzal, tim ini sudah dibubarkan. Karena sebagai BUMN PT Semen Padang tidak boleh memiliki tim sepakbola, kalau tak bisa memberi nilai yang lebih pada perusahaan,” kata Muzani.

Karena itu, adalah kewajiban PT Semen Padang untuk bisa terus mempertahankan keberadaan tim ini, karena tim sepakbola Semen Padang adalah amanah dan harapan dari masyarakat pecinta sepakbola Sumbar sejak puluhan tahun yang lalu. “Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan prestasi, karena dengan prestasi itulah value tim ini bisa tinggi dan dapat diterima,” katanya.

Sementara, Dirut baru PT Semen Padang Munadi Arifin menyampaikan selamat pada tim Semen Padang FC yang telah sukses mencapai papan atas Superliga di musim pertamanya. Dia berharap prestasi ini bisa dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan tahun depan. Munadi mengaku siap melanjutkan tugas Widodo untuk terus membesarkan tim ini.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.