Ada Apa dengan Kabau Sirah? (Pelajaran dari Lamongan)

Oleh: Zukri Zulkifli

Bermain di Surajaya, Lamongan. Kabau Sirah bermain tidak sengotot ketika melawan Deltras Sidoarjo, ini terlihat sepanjang pertandingan babak pertama, betapa begitu terbukanya barisan tengah Semen Padang, hal ini memberi kesempatan kepada anak-anak Lamongan untuk membangun kepercayaan diri mereka, bermain lebih menyerang dan mereka bisa mengendalikan pertandingan sepanjang babak pertama, Alhasil sebuah serangan mereka berhasil menghasilkan penalti dari bola silang yang membentur tangan salah seorang pemain Semen Padang

Tidak seperti biasanya anak-anak Semen Padang bermain seperti ini, biasanya mereka selalu menekan di babak-babak awal dan bermain ngotot dengan pressing yang ketat, rumus ini berhasil membuat permainan lawan tidak berkembang, dan itu berarti permainan akan dikendalikan oleh Semen Padang, sehingga dipertandingan-pertandingan sebelumnya Kabau Sirah selalu memimpin di babak awal.

Tidak Hadirnya Ezteban Vizcara juga berpengaruh terhadap daya serang Semen Padang, Peran Esteban yang kreatif, tenang, percaya diri dan sering mengobrak-abrik pertahanan lawan, belum dapat digantikan oleh rekan-rekanya. Hal ini harus menjadi perhatian bagi Coach Nil Maizar, untuk menciptakan pemain-pemain seperti Esteban.

Di babak ke dua, permainan Semen Padang mulai berkembang, Edward Junior Wilson yang dikawal ketat, mulai di tarik agak kesayap, dan terkadang mengisi posisi Second Striker dengan tujuan memecah konsentrasi pemain-pemain belakang Lamongan, sayangnya Edu belum bisa memainkan peran sebagai pemain sayap kreatif, banyak umpan-umpan dari Edu tidak mengalir dengan baik.

Sebaliknya tim Persela Lamongan sendiri tidak panik ketika di tekan, mereka malah tetap melakukan serangan balik, yang sangat membahayakan gawang Semen Padang. Secara Psikologis hal ini dikarenakan kepercayaan diri yang sudah terbangun sejak babak pertama. Beruntung saja team Persela tidak mempunyai penyerang berkarakter Predator seperti Edu, sehingga banyak kesempatan bagus yang tersia-siakan.

Ada dua catatan penting yang dapat dijadikan pelajaran oleh tim Kabau Sirah, Pertama, “Pertahanan terbaik adalah Menyerang”, dengan menyerang dan bermain ngotot, membuat permainan tim lawan tidak berkembang, sehingga kita bisa mengambil kendali permainan, lihat saja gol-gol tim lawan ke gawang Semen Padang biasanya terjadi ketika Coach Semen Padang, memutuskan untuk bermain bertahan. Kedua adalah membenahi komposisi pemain, Semen Padang butuh pemain-pemain yang mampu memback-up Ellie, Esteban dan David Pagbe, Mengingat peran ketiga pemain ini sangat vital di tim Kabau Sirah, sehingga jika mereka cedera atau kelelahan karena faktor usia, kehadiran pemain pengganti bisa menjadi harapan untuk meraih kemenangan.

Viva Semen Padang !!, Semoga selalu menjadi kebanggan Urang Awak

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *