Empat Pertandingan Tanpa Kemenangan

oleh: Eko Kurniawan

Semen Padang FC jadi buah bibir di media sosial setelah menelan kekalahan kembali vs Bhayangkara FC (0-1) Sabtu 20-5-2017. Terlintas pertanyaan ada apa dengan Kabau Sirah? Saya sendiri juga melontarkan pertanyaan yang sama. Tapi kalau hanya memberi kritikan atau saran, mungkin saya tak berkompeten untuk melemparkan pertanyaan tersebut ka uda Nil (pelatih SPFC). Bukan apa-apa, tapi saya hanya sebagai pecinta Kabau sirah yang hanya mengamati di layar kaca. Sudah setahun terakhir ini saya tak lagi melihat aksi Hengki Ardiles di Stadion H Agus Salim Padang. Sangat jauh penilaian saya kalau hanya sekadar nonton di TV.

Bagi saya empat pertandingan tanpa menang, memang menjatuhkan mental pemain. Apalagi tanpa mencetak sebiji gol di 4 pertandingan terakhir juga bikin saya makin sedih. Sedih, melihat permainan SPFC masih jauh dari harapan. Tapi, kalau boleh
kita bersikap lebih bijak, menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Menang dipuji, kalah caci maki datang. Inilah sepak bola, semua di luar kemampuan nalar.

Beberapa catatan yang penting saya tulis di sini. Pertama, jika kita hanya pandai menvonis tim ini dengan caci maki, sama saja kita pencinta atau pendukung yang hanya tahu dengan kegembiraan. Ketika tim lagi kalah, kita sok bikin cari kambing
hitam. Wasitlah yang begini begitu. Faktor jadwal yang kurang menguntungkanlah. Dan cari kambing hitam yang lain. Kita tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.

Kedua, tiga kekalahan SPFC terjadi di pertandingan tandang. Tim tuan rumah, tentu diuntungkan. Saya tak membahas wasit. Tuan rumah tentu memiliki pemain kedua belas (suporter). Maka, semangat meraih poin maksimal makin mengebu-gebu. Kalah vs Bali United (0-2), BPFC (0-1) dan terakhir Bhayangkara FC (0-1). Hanya mampu imbang 0-0 vs Persib di kandang sendiri.Masih ada 10 pertandingan lagi dilakoni anak asuh Nil Maizar di putaran pertama Liga 1 Gojek Traveloka 2017.

Memang, setiap kekalahan itu menyakitkan. Apalagi sangat mempengaruhi posisi SPFC di klasemen Liga 1 Gojek Traveloka. Nah, saya masih optimis SPFC masih ada harapan untuk setidaknya bercokol di lima besar. Untuk meraih target tersebut, banyak hal
perlu kita sikapi. Pertama, tentu doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua, untuk meraih target, maka penuhi dulu persiapan yang maksimal. Ketiga, jangan mudah menyerah.

Sebagai penonton biasa, saya ingin SPFC lebih baik lagi dari empat pertandingan terakhir. Uda Nil, mohon tetap sabar menghadapi kritikan pendukung. Jadikan ini pekerjaan rumah (PR). Semoga Kabau Sirah bangkit di pertandingan kedelapan nantinya versus Persiba Balikpapan 29 Mei 2017 meraih poin sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *