Semen Padang FC vs Persib Bandung, Pertemuan kedua di Tahun 2017

Oleh:Eko Kurniawan

Paska penampilan di ajang Piala Presiden 2017, tim Kabau Sirah tentu ingin membalas dendam terhadap Persib Bandung. Pertandingan keenam Semen Padang FC di Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 akan tersaji di Stadion H Agus Salim Padang, Sabtu (11/05/17). Akankah dendam Kabau Sirah tuntas?

Pada perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2017 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (11/03/17) malam WIB, Persib berhasil menaklukkan Semen Padang FC. Persib menang dengan skor tipis 1-0. Kapten tim Persib Bandung, Atep, menjadi penentu kemenangan tim berjuluk Maung Bandung tersebut setelah berhasil mencetak gol tunggal pada menit ke-33 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Pada pertandingan tersebut, kedua tim harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Vladimir Vujovic (Persib Bandung) dan Vendry Mofu (Semen Padang FC) sama-sama menerima kartu merah pada menit ke-84.

Pertemuan kedua setelah Piala Presiden 2017 ini tentu menarik sekali. Karena saat ini posisi sementara Persib berada di peringkat kedua Go-Jek Traveloka Liga 1. Sedangkan Semen Padang FC di peringkat 12. Persib Bandung dengan poin 11 dari lima pertandingan. Semen Padang FC poin 7 dari lima pertandingan.

Namun pertandingan keenam, SPFC dan Persib Bandung memiliki beberapa catatan penting. Pertama, SPFC melakoni pertandingan kandang ketiga di Liga 1. Kedua SPFC ingin melanjutkan tradisi poin maksimal di kandang. Walau di pertandingan perdana melawan Sriwijaya FC imbang 1-1, tapi ketika menjamu Persipura berhasil menang 1-0. Sayang di 2 laga tandang terakhir, tim asuhan Nil Maizar harus menerima dua kali kekalahan (melawan Bali United 0-2, melawan PBFC 0-1), dan satu kali menang atas Persegres Gresik 3-1.

Produktivitas gol SPFC sampai pertandingan keenam cukup baik dengan memasukkan dua gol di laga kandang dengan satu kali kebobolan. Sedangkan pada laga tandang berhasil menyarangkan tiga gol dan kemasukan empat gol. Jika dijumlah lima banding lima. Persentasenya SPFC rata-rata cetak satu gol setiap pertandingan dan kebobolan satu gol. Rata-rata gol Kabau Sirah tercipta di babak kedua (vs Sriwijaya, vs Persipura, vs Gresik). Gol SPFC dihasilkan melalui Marcel satu gol( vs Sriwijaya), Mofu dua gol (vs Gresik), Irsyad satu gol (vs Gresik) dan Riko Ucok Simanjuntak (satu gol vs Persipura).

Tapi, kita harus melihat rekor pertemuan SPFC vs Persib Bandung terakhir dilakoni di Stadion H Agus Salim Padang berakhir dengan skor telak 4-0 di ajang TSC (Torabika Soccer Championship) pada Senin (25/06/16). Pertandingan pekan ke-12 turnamen jangka panjang tersebut tersaji dengan lahirnya gol-gol yang luar biasa. Baru mulai 4 menit, tuan rumah langsung menggebrak melalui Marcel Sacramento sehingga terjadi gol pertama. Menit ke-29 gawang Persib kebobolan lagi oleh Vendry Mofu. Menit ke-50 Semen Padang mendapat satu gol lagi melalui Marcel Sacramento yang memanfaatkan umpan silang Nur Iskandar. Persib Bandung makin ketinggalan. Skor babak kedua sementara 3-0 untuk Semen Padang. Persib makin gelapan tampaknya. Karena dimenit ke-69 kembali lagi gawangnya bobol oleh Rico, skor 4-0.

Nah, pertandingan yang akan dilaksananakan malam hari pukul 18.30 WIB Sabtu 13 Mei 2017, tentu akan berbeda. Apalagi amunisi Maung Bandung saat ini diisi pemain sekelas Essien dan Cole. Nama besar seorang Essien tentu akan jadi pembeda. Persib dengan bintang Essien, Semen Padang dengan Didier Zokora. Baik Essien maupun Zokora sama-sama pernah merumput di liga Inggris Essien di The Blues Chelsea, Zokora di Tottenham Hostspur.Di Liga Inggris, Zokora dan Essien sudah pernah tiga kali saling berhadapan. Pemain asal Pantai Gading itu unggul head-to-head dengan catatan sekali menang dan dua kali menuai hasil imbang. Kemenangan itu didapat saat Spurs menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 pada laga Liga Inggris yang berlangsung pada 5 November 2006. Satu laga perebutan trofi juga pernah dilakoni Zokora melawan Essien di final Piala Liga Inggris 2008. Saat itu, Zokora bersama Spurs bisa mempecundangi Essien dan Chelsea untuk menjadi juara.

Nama besar kedua pemain Essien maupun Zokora bak magnet menarik penonton. Kedua pemain sama-sama di posisi gelandang. Usianya juga tak jauh beda.Zokora 36 tahun, Essien 34.Mereka sama-sama lahir di bulan Desember. Zokora 10 Desember 1980, Essien 3 Desember 1982.

Nah, akankah kedua pemain jadi pembeda di laga sarat gengsi tersebut? Mampukah Zokora cetak gol perdananya buat Kabau Sirah? Menarik disaksikan. Tapi mengenai skor, tak ada jaminan anak asuh Nil Maizar akan pesta gol lagi. Semoga saja di laga ketiga kandang ini, Hengki Ardiles dan kawan-kawan kembali tampil maksimal, lupakan dua kali kekalahan di partai tandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *