Jangan Lagi Kalah di Kandang

Spartacks Cyber. Semen Padang FC agak unik musim ini. Setelah ‘sukses’ berlaga di kandang lawan, Kabau Sirah selalu kehilangan poin di hadapan publik sendiri. Hal yang membuat rekor tak terkalahkan di kandang sejak musim 2008/09 terhenti.

Sukses di tur Pasundan, secara mengejutkan mengalahkan Persib 2-1 (16/02/2014) dan hasil imbang 1-1 di kandang Pelita Bandung Raya (21/02/2014) membuat anak asuh Jafri Sastra pulang membawa 4 poin. Namun, pada pertandingan selanjutnya Hengki Ardiles, dkk dipermalukan di kandang sendiri oleh tim medioker Persita dengan skor tipis 1-0 (09/03/2014).

Hal yang sama terulang sekembalinya Pasukan Bukit Indarung dari Tur Jawa. Berhasil membawa pulang enam poin dari dua kemenangan terhadap Persijap Jepara (12/04/2014) dan Persik Kediri (16/04/2014), Semen Padang kembali takluk di hadapan publik sendiri ketika berhadapan dengan Arema Cronus (29/04/2014) dengan skor tipis 0-1.

Nah, saat menjamu Persik Kediri di Stadion H Agus Salim Padang besok sore (25/05/2014), Kabau Sirah baru saja mendapat hasil bagus dari tur Jawa Timur, 18-21 Mei lalu. Dari dua laga di tur itu, Semen Padang kalah dari Gresik United, tapi berhasil mencuri tiga poin di kandang Arema Cronus sekaligus memecahkan rekor tak pernah menang di kandang singa sejak 1991.

Dengan hasil tersebut, Kabau Sirah diharapkan tidak mengulangi kejadian serupa (kalah di kandang setelah laga tandang, red). Apalagi, kompetisi semakin berjalan ketat. Terpeleset sedikit, posisi Osas Saha dan kawan-kawan di peringkat tiga klasemen sementara grup 1 Liga Super Indonesia (ISL) 2014 bisa terancam.

“Mudahan-mudahan tidak terjadi lagi hal yang demikian. Sebab, kondisinya pun berbeda,” ungkap Asisten Pelatih Semen Padang FC Welliansyah kepada Padang Ekspres, Jumat (23/05/2014).

Dua kekalahan di laga kandang setelah mendapat hasil bagus di laga tandang itu, katanya, terjadi karena jeda yang cukup panjang dari satu laga ke laga lainnya, sehingga para pemain kehilangan pick performance-nya. Ya, saat itu, setelah menjalankan tur Pasundan, Kabau Sirah baru bertanding lagi setelah 16 hari kemudian. Demikian juga seusai sukses meraih enam poin pada tur Jawa, Semen Padang baru bermain kembali setelah 13 hari kemudian.

“Sekarang hanya berselang empat hari. Aura kemenangan masih ada. Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan dengan positif oleh anak-anak. Sehingga pick performance mereka tetap terjaga dan juga bisa dijadikan motivasi untuk bermain maksimal pada laga besok,” ujarnya.

Hanya saja, sambung Welliansyah, jeda empat hari dari laga kontra Arema Cronus ke laga kontra Persik Kediri mendatang, juga bukan waktu yang ideal untuk melakukan recovery. Kalau dihitung dari partai kontra Gresik United 18 Mei lalu, tiga laga mesti dilalui Semen Padang dalam rentang waktu tujuh hari.

“Begitulah jadwal kompetisi yang mesti kami lalui. Tapi itu tidak bisa kami jadikan alasan untuk menyerah tanpa berusaha dan bekerja keras terlebih dahulu,” tukasnya.

Semen Padang FC sendiri sudah mulai menggelar latihan di Lapangan Mess Galatama kemarin sore, setelah pulang dari Malang, Kamis malam. Dalam latihan tersebut, David Ngan Pagbe yang absen pada tiga laga terakhir karena vertigo, sudah mulai menjalani latihan. Meski demikian, dia baru sekadar jogging. Begitunya juga dengan Fakrurrazi dan Valentino Taleubun, yang juga dalam tahap pemulihan cedera perut dan otot paha. “Untuk Velentino, kemungkinan besar tidak bisa dimainkan pada laga besok. Kalau Pagbe dan Fakhurrazi, kami akan lihat hingga latihan terakhir,” tandasnya.

Sumber: Padang EKspres

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *