Profil: Perjalanan Osas Saha di Liga Indonesia

Spartacks Cyber. Osas Marvelous Ikpefua atau yang lebih dikenal dengan Osas Saha, namanya kembali mencuat setelah menciptakan dua gol kemenangan Semen Padang FC terhadap Arema, dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) musim 2014 pada Rabu (21/05). Laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut berkesudahan dengan skor 2-1, dan menjadi kemenangan perdana Kabau Sirah di kandang Arema sejak pertama kali berhadapan pada Galatama 7 Maret 1991.

Pemain kelahiran Warri, Nigeria, 20 Oktober 1986 ini sudah malang melintang di kancah persepakbolaan Indonesia. PSDS Deli Serdang adalah labuhan pertamanya. Bermain di Divisi Utama musim 2008/09, Saha menyumbang 12 gol dari 24 penampilan dan membawa PSDS finish di peringkat 9 klasemen Divisi Utama wilayah Barat.

Musim berikutnya suami dari Sasha Ikpefua Marvelous ini pindah kandang ke PSMS Medan. Bersama Ayam Kinantan Saha gagal menunjukkan performa terbaik, hanya mampu mencetak 6 gol dari 18 pertandingan.

Musim 2010/11 giliran PSAP Sigli mendapatkan servis dari Saha. Ayah dari Zyckosky Ikpefua Marvelous ini berhasil membawa PSAP runner-up Grup 1 Divisi Utama dan lolos ke delapan besar. Saha juga berhasil menjadi pencetak gol terbanyak kedua Divisi Utama dengan mencetak 29 gol, hanya kalah dari rekan senegaranya Udo Fortune yang berhasil membukukan 34 gol untuk Persiba Bantul.

Penampilan apik yang ditampilkan Saha bersama PSAP membuat PSMS Medan (ISL) ngiler dan kembali merekrutnya. Meskipun berhasil mencetak 19 gol selama musim 2011/12 namun penggemar masakan Equisi Soup ini gagal membawa PSMS bertahan di ISL karena finish di peringkat ke-16 klasemen akhir.

Memasuki musim 2013, Saha hijrah ke tim promosi Persepam Madura United. Saha hanya bertahan setengah musim bersama Laskar Sapeh Kerap karena dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal. Saha hanya mampu mencetak 6 gol dari 17 pertandingan. Pelatih Persepam, Daniel Roekito akhirnya memutus kontrak saha karena tidak bermain sepenuh hati.

“Dia tidak tenang dengan penonton dan manajemen. Dia setengah hati bermain, jadi kita memberikan kesempatan kepada dia untuk mencari klub lain,” ungkap Daniel kepada media (5/5/2013).

Putaran kedua ISL 2013 Saha bergabung dengan Persisam Samarinda. Meski hanya diturunkan dalam 14 pertandingan, bersama klub Kalimantan Timur ini Saha berhasil menorehkan 10 gol. Persisam finish di peringkat ketujuh klasemen akhir.

Memasuki musim 2014, pemain yang hampir selalu mengenakan nomor punggung 10 ini bergabung dengan Persiram Raja Ampat. Bersama tim Dewa Laut, Saha mampu memberikan kejutan di awal musim. Saha melejit membawa Persiram ke babak delapan besar Inter Island Cup dan menjadi top skor sementara bersama Lancine Kone dengan torehan tujuh gol.

Namun pada putaran pertama ISL 2014, Saha gagal mempertahankan permainan terbaiknya dan hanya mampu mencetak satu gol selama putaran pertama. Hal ini membuat manajemen Persiram melepasnya.

Mengetahui Saha berstatus free transfer, beberapa klub ISL langsung mengicar tanda tangannya, termasuk PSM Makassar dan Semen Padang. Mengaku sering menonton dan banyak mengenal pemain Kabau Sirah akhirnya Saha memilih Bukit Indarung untuk berlabuh.

Pelatih Semen Padang, Jafri Sastra mengaku telah lama memantau Saha sejak masih bermain di PSDS. Masuknya Saha diharapkan bisa menjawab kebutuan lini depan Kabau Sirah sepeninggal Edward Wilson Junior.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *