Bukan Akhir Segalanya, Coach Nil..!

Oleh : Arief Kamil*

Coach Nil Maizar

Pesta pora Sriwijaya FC ke gawang tamunya, Semen Padang FC di lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), Minggu kemarin, sangat diluar perkiraan siapa saja. Sebagian pengamat sepakbola di Sumbar memprediksi tim urang awak memang sulit meraih pin di Gelora Sriwijaya, apalagi lawan yang dihadapi bukanlah tim kacangan dan memiliki pengaruh besar dibelantika sepakbola nasional.

Redaksi www.sumbarONLINE.com sendiri memprediksi, anak asuhan Nilmaizar bakal mendapat pengalaman berharga saat bentrok menghadapi tim besutan Ivan Kolev dikandangnya. Bukan bermaksud meremehkan kekuatan tim urang awak, namun berkaca dari kualitas pemain yang merumput di Sriwajaya yang notabenenya di isi pemain nasional yang memiliki kualitas dan jam terbang tinggi, tentu tuan rumah lebih diunggulkan dalam mengemas tiga angka.Kekalahan telak 5-0 yang diderita Elie Aiboy cs, memang tak pernah terpikir sebelumnya. Penulis sendiri beranggapan kekalahan 2-1 atau 3-1 mungkin menjadi hasil akhir penutup laga.

Namun itulah sepakbola, hitung-hitungan diatas kertas bukan jaminan dari hasil akhir pertandingan. Masalah mental dan kesiapan pemain menjadi modal paling dibutuhkan saat duel dilapangan, mungkin itu ada pada Semen Padang, namun Sriwijaya sepertinya lebih siap apalagi mereka bermain dihadapan publik sendiri.

Tak ada yang perlu disesalkan dari tragedi yang terjadi di Palembang, sepakbola pada prinsipnya mengajarkan nilai moral, yang kalah menerima kekalahan dengan lapang dada, begitupun tim yang menang, tak larut dengan suka cita dan tidak membusungkan dada.

Tim juara adalah tim yang pernah merasakan perihnya kekalahan, sakitnya dipermalukan. Sejarah yang terjadi di Jakabaring hendaknya dapat menjadi pemicu semangat juang anak-anak Kabau Sirah sebelum bertandang ke Bandung menghadapi tim yang tak kalah bagusnya.

Peran Nilmaizar sebagai komandan bagi pasukannya diharapkan mampu memulihkan rasa percaya diri punggawanya, membangkitkan semangat juang yang mungkin sedikit terganggu dengan kekalahan menyakitkan Minggu lalu.

Dunia belumlah kiamat kalau hanya dikalahkan 5-0, kans menempel Persipura di klasemen papan atas belumlah tertutup, meski harus menyerah di kota Mpek-mpek. Persipura yang hingga pertandingan ke-11 tak terkalahakan pun, akhirnya menyerah di tangan Arema Malang 1-0, jadi setiap tim yang bertarung di ISL berpeluang dikalahkan, bukan hanya Semen Padang.

So, tetap semangat dan jangan menyerah. Kita balas di Padang, coach Nil! ***

* Penulis adalah wartawan portal berita www.sumbarONLINE.com

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *