Barito Lamo: Mukti Ali Raja Bawa Petrokimia ke Final

JAKARTA – Sempat ketinggalan lebih dulu, Petrokimia Putra Gresik yang semula kurang diperhitungkan mampu menjungkirkan perkiraan sejumlah pengamat. Kecemerlangan kiper Mukti Ali Raja membawa tim yang disponsori BUMN itu maju ke final untuk kali kedua. Dalam KLI I, mereka lolos ke final, tapi dikalahkan Persib Bandung 0-1.

Petrokimia mampu membungkam tim yang lebih difavoritkan, Semen Padang, 4-3 (1-1) lewat adu penalti dalam pertandingan babak semifinal Kompetisi Liga Indonesia VIII/2002 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, semalam.

Semen Padang unggul lebih dulu 1-0, melalui gol indah yang diciptakan kiri luar Kusdiyanto menit ke-34. Petrokimia menyamakan kedudukan lewat M Jainal Ikhwan pada menit ke-64.

Namun, pertandingan yang disaksikan 25.000 penonton itu terpaksa harus diakhiri dengan adu penalti. Hingga perpanjangan waktu 2 x 15 menit dengan sistem golden goal selesai, kedudukan tetap 1-1.

Dalam adu penalti, tiga tendangan algojo Petrokimia gagal diadang kiper Semen Padang, Zulkarnain Zakaria. Mereka adalah M Jainal Ikhwan, Sasi Kirono, dan Yao Eloi. Tendangan Luciano Da Silva dapat diblok kiper.

Imbang

Dari 5 penendang Semen Padang, hanya 2 pemain yang sukses, yaitu Carlos Renato Elias dan Romy Dias Putra. Tiga algojo lain, yakni Ellie Aiboy, Syafril, dan Kusdiyanto tidak berhasil.

Petrokimia masih menyisakan satu penendang lagi. Namun, karena sampai penendang keempat, Petrokimia unggul 4-3, tendangan kelima tidak dilakukan.

Pertandingan semifinal itu secara keseluruhan berjalan imbang. Pada menit-menit awal, Petrokimia langsung mengambil inisiatif menyerangan melalui tusukan-tusukan dua pemain depannya, M Jainal Ikhwan dan Widodo C Putro.

Mendapat tekanan bertubi-tubi, Semen Padang yang dimotori mantan pemain PSSI SEA Games 2001, Ellie Aiboy mencoba meredam dengan mengandalkan kerja sama yang ditopang serangan melalui kedua sayap. Sepanjang 30 menit babak pertama ini, kedua tim mampu saling mengancam gawang. Walau sama-sama sering memperoleh peluang, gol yang dinanti kedua kubu pendukung tak kunjung lahir.

Baru pada menit ke-34, berawal dari kerja sama antara Ellie Aiboy dan Paulus Krey, Kusdiyanto menjebolkan gawang Petrokimia Mukti Ali Raja hingga membuat tim Kebo Giras tersebut unggul 1-0.

Ketinggalan 0-1, para pemain Petrokimia bangkit meningkatkan tekanan. Namun, serangan demi serangan Semen Padang sering dipatahkan barisan belakang Semen Padang yang mengandalkan Jang Sunday Ibrahim dan Carlos Renato Elias.

Sering terburu-burunya upaya penyelesaian akhir oleh pemain-pemain Petrokimia membuat babak pertama tetap 1-0 untuk Semen Padang.

Memasuki babak kedua, Petrokimia yang tampaknya tidak memiliki pilihan lain terus menekan. Sebaliknya, Semen Padang yang merasa unggul malah mengendurkan tekanan, hingga membuat Petrokimia lebih banyak menguasai bola. Akibatnya, pada menit ke-64, memanfaatkan umpan dari Gatot Indra, M Jainal Ikhwan mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah kedudukan 1-1 itu kedua tim kembali meningkatkan serangan, sehingga permainan menjadi lebih hidup. Namun, karena penyelesaian akhir yang jelek, babak kedua berakhir tetap 1-1.

Hingga akhirnya wasit Bambang Pamilih harus memperpanjang pertandingan 2 X 15 menit dalam sistem golden goal. Namun, akibat kelelahan fisik yang mencolok diperlihatkan kedua tim, pada perpanjangan waktu pun tak terjadi gol. Akhirnya, pertandingan diselesaikan dengan adu penalti.

Wasit Bambang Pamilih mengeluarkan kartu kuning bagi Aries Budi Prasetya (Petrokimia), Carlos Renata Elias dan Kusdiyanto dari Semen Padang.

Susunan Pemain:

Petrokimia Gresik: Mukti Ali Raja, Khusairi, Aries Budi Prasetya, Abdul Rozak, Sony Kurniawan, Sasi Kirono, Samuel Chebli, Yance Katehokang/Yao Eloi, Gatot Indra/Luciano Da Silva, M. Jainal Ikhwan.

Semen Padang: Zulkarnain Zakaria, Jang Sunday Ibrahim/Amir Hamzah, Carlos Renato Elias, Romy Dias Putra, Husaini Ibrahim, Effendi Ibrahim, Paulus Krey, Erol FX Iba, Ellie Aiboy, Agus Santiko/Nico Susanto, Kusdiyanto. (suaramerdeka.com, 5 Juli 2002)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Satu tanggapan untuk “Barito Lamo: Mukti Ali Raja Bawa Petrokimia ke Final

  • 26 Februari 2014 pada 05:03
    Permalink

    Puncak prestasi Semen Padang pada periode awal 2000-an. Setelah ini grafik prestasi SP cenderung menurun dan kembali bangkit musim 2009/2010 sampai akhirnya mencapai puncak pada tahun 2012.
    Buek Bangga Ranah Minang.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *