Barito Lamo: SP Main Imbang Lawan PSS Sleman

Tim Kabau Sirah (julukan PS Semen Padang), terpaksa harus puas dengan hasil imbang 0-0 saat menghadapi tim PSS Sleman, dalam pertandingan lanjutan Kompetisi Liga Indonesia ke XI di Stadion H Agus Salim Padang, Minggu sore (3/7).

Jalannya pertandingan antara kedua kesebelasan tersebut berlangsung dalam tempo sedang. Meski PS Semen Padang menguasai jalannya pertandingan dan mampu menciptakan banyak peluang, namun serangan Semen Padang yang dimotori Affan Lubis dkk mampu ditahan lawan.

Padahal tim kebanggaan `urang awak` itu sudah bertekad tidak mau kehilangan muka di kampungnya sendiri, sehingga sejak awal `kick off` pertanda pertandingan dimulai, para pemain Semen Padang langsung mengambil inisiatif menyerang pertahanan lawan.

Serangan demi serangan yang dilakukan kesebelasan dari `bukit karang putih` Indarung Padang itu, sebenarnya cukup berhasil. Beberapa peluang berhasil diciptakan lewat aksi Pedro Vasques, Gbeneme Friday dan Affan Lubis, namun semua peluang tidak menjadi gol.

Demikian halnya tim PSS Sleman yang dalam laga itu hanya mengandalkan serangan balik, juga beberapa kali mampu menciptakan peluang yang membahayakan jala Semen Padang. Namun berkat disiplinya para pemain lini belakang tim Kabau Sirah yang dikawal Lenoardo, Hengki Ardiles dan Ravalino, segala peluang emas yang diperoleh PSS Sleman yang dimotori Seto Nurdianto dkk tidak mampu diselesaikan dengan baik.

Hingga babak pertama berakhir, kedudukan 0-0 masih tetap bertahan.

Memasuki babak kedua tim Kabau Sirah merobah srategi bermain dengan menarik ke luar beberapa pemain intinya yaitu Gafar Lestaluhu, Ravalino dan Affan Lubis, kemudian memasukkan pemain cadangan Imran Hadi, Rommy Dias Putra dan Budi Kurnia.

Srategi yang diterapkan pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli ternyata mampu menghidupkan serangan para pemain Semen Padang dan menciptakan banyak peluang.

Namun lagi-lagi semua peluang yang seharusnya menghasilkan gol terbuang sia-sia karena penyelesaian akhir yang kurang Sempurna.

Namun melihat tim Semen Padang membuat srategi dengan menempatkan tiga penyerang. Tim yang dilatih Daniel Roekito itu memperkokoh pertahanannya dengan melakuan pengawalan seketat mukin dan sistim sapu bersih bola.

Sistim yang diterapkan para pemain PSS Sleman itu membuat para pemain Semen Padang sangat sulit menembus pertahanan PSS Sleman, dan hingga pertandingan usai kedudukan 0-0 masih tetap bertahan.

Dalam pertandingan tersebut, wasit Madenuh (PSSI) mengeluarkan kartu kuning masing-masing untuk Gaffar Lestaluhu dan Pedro (Semen Padang) serta Denilson Dasilva dari PSS Sleman. (merdeka.com, 4 Juli 2005)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *