Barito Lamo: PSIS Tertahan di Jati Diri

Barito Lamo – Pimpinan klasemen sementara Wilayah I Liga Djarum Indonesia 2006, PSIS Semarang, tertahan di kandangnya sendiri, Stadion Jati Diri, Rabu (15/2/2006). Tim asuhan Sutan Harhara ini dipaksa bermain 0-0 oleh tamunya Semen Padang.

Liga Djarum Indonesia 2006

Pertandingan yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton itu berjalan cukup menarik. Pada babak pertama tim tuan rumah mampu menciptakan beberapa peluang emas. Gempuran “Mahesa Jenar” membuat kiper Semen Padang Afrianto harus bekerja keras.

Peluang pertama PSIS didapatkan Emmanuel De Porras di menit 10. Tendangan gelandang serang Argentina ini, yang mengarah ke sudut kanan atas gawang, mampu ditepis Afrianto. Dua menit kemudian De Porras juga mendapat peluang bagus hasil kerja dengan Gustavo Hernan Ortis. Sayang peluang itu pun tak mampu mengubah kedudukan.

Melihat ada celah, pemain PSIS kian bersemangat. Mereka mengempur pertahanan Semen Padang dari berbagai sisi. Hasilnya, Greg Nwokolo, De Porras, Ortis, dan M. Ridwan berkali-kali mampu mengancam gawang lawan.

Diserang terus, para pemain Semen Padang mulai bermain keras. Beberapa kali mereka menjatuhkan pemain lawan dan diganjar tendangan bebas. Untunglah, gawang mereka tetap selamat hingga peluit babak pertama dibunyikan. Memasuki babak kedua permainan lebih berimbang.

Baik PSIS maupun Semen Padang bermain terbuka, saling serang, dan memiliki sejumlah peluang bagus. Striker Semen Padang Leonardo Javier hampir saja mengubah kedudukan pada menit 37. Tendangan first time-nya tidak mengarah ke gawang, tapi justru ke atas sehingga gawang I Komang Putra pun selamat.

Meski sama-sama ngotot memenangkan pertandingan, kedua tim bermain cukup bersih. Buktinya, Wasit Suwartono asal Mojokerto hanya mengeluarkan dua kartu kuning masing-masing untuk Camara Fode (PSIS) dan Budi Kurnia (Semen Padang).

Pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli mengakui PSIS bermain bagus. Itu sebabnya ia memuji anak asuhnya yang bermain ngotot dan disiplin untuk mengimbangi lawan.

“Baru pada babak kedua anak-anak saya instruksikan keluar secara total,” katanya usai pertandingan.

Sementara kubu PSIS tak mampu menutupi kekecewaannya atas hasil imbang tersebut. “Kalau kecewa, jelaslah. Tapi kami menghormati perjuangan teman-teman. Mereka sudah fight sejak awal pertandingan. Mungkin tidak lucky saja,” kata Manajer PSIS Yoyok Sukawi.

Hasil ini tidak menjadikan PSIS turun dari puncak klasemen, tetap memimpin dengan 17 poin dari delapan pertandingan. Semen Padang juga begitu, tetap berada di urutan tujuh dengan koleksi angka 10 dari tujuh partai. (detikSport, Rabu, 15 Februari 2006)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *