Lagi, Vendri Mofu Menyelamatkan Semen Padang FC

Meski harus bermain dengan 10 pemain, Semen Padang FC berhasil membalas kekalahan atas Sriwijaya FC dengan skor 2 – 1.

Vendri Mofu
Vendri Mofu

Semen Padang FC berhasil meraih poin penuh saat menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Indonesia Super Liga 2010-2011, selasa [8/2/2011] sore. Pertandingan yang berlangsung di stadion H. Agus Salim ini berlangsung menarik walau dibawah terik matahari kota Padang. Suasana di tribun penonton juga meriah karena selain dengan kehadiran SPARTACKS dan suporter Semen Padang lainnya,  juga dihadiri dua kelompok suporter Sriwijaya FC yaitu SingaMania dan Beladas yang datang langsung dari Palembang dan kota-kota lainnya.

Pada babak pertama, tidak terlalu banyak peluang yang tercipta oleh kedua tim karena permainan berlangsung lamban dan monoton. Hal ini mungkin disebabkan faktor cuaca yang panas dan juga singkatnya waktu recovery stamina pemain mengingat baru hari minggu kemarin kedua tim berlaga. Alhasil, babak pertama ditutup dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, baik Semen Padang maupun Sriwijaya mulai meningkatkan tempo permainan. Jual beli serangan mulai terjadi dan menghasilkan beberapa peluang untuk kedua tim.

Gol pertama yang tercipta dalam pertandingan ini terjadi pada menit ke 54 lewat kaki Saktiawan Sinaga  memanfaatkan umpan dari Elie Aiboy. Gol ini membawa tuan rumah unggul sementara 1 – 0.

Setelah ketinggalan satu gol, Sriwijaya berbalik menekan pertahanan Semen Padang. Pada menit ke 57 sriwijaya menmbuka peluang dari Rendi Siregar, namun bola berhasil diamankan David Pagbe. Pada menit ke 60 menit kembali peluang emas Sriwijaya tercipta dari sundulan Kim Yong Hee, namun hanya membentur tiang gawan Samsidar. Menit 68 kembali tendangan gantian Lim Joon-Sik yang membuka peluang, namun tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang.

Akhirnya, pada menit ke 71 Sriwijaya FC berhasil menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Keith Kayamba Gumbs. Tendangan first time Gumbs yang memaksimalkan umpan dari Rendi Siregar itu merubah kedudukan menjadi 1 – 1.

Pada menit ke 75 bencana datang di kubu Kabau Sirah. Yu Hyun Koo diusir wasit dari lapangan menyusul kartu kuning kedua yang diterima, karena pelanggaran yang dilakukan terhadap Keith Kayamba.

Kalah dalam jumlah pemain tidak membuat Semen Padang putus asa, justru malah menaikkan intensitas serangan. Hal ini terlihat pada menit ke 77, super-sub Suheri Daud yang baru dimasukkan Nil Maizar langsung membuka peluang dan membahayakan gawang Ferry Rotinsulu.

Ivan kolev akhirnya merubah pola permainan menjadi tiga penyerang dengan memasukkan Budi Sudarsono dan Arif Suyono. Namun startegi ini kurang begitu menggigit.  Justru Semen Padang terlihat lebih mendominasi serangan.

Walaupun kalah jumlah pemain, namun Semen Padang tidak mengendorkan serangan. Berkali-kali peluang dari Suheri Daud membahayakan gawang Sriwijaya, dan akhirnya menit 90 Vendri Mofu kembali menjadi penyelamat dengan gol nya memanfaatkan kelengahan lini belakang Sriwijaya. gol tersebut lahir berkat umpan David Pagbe.

Dengan hasil ini, Semen Padang FC mengokohkan diri sebagai runner-up sementara ISL dengan poin 30 dari 16 pertandingan, sedangkan Sriwijaya FC tetap pada posisi ketujuh dengan 23 poin dari 16 kali pertandingan.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.