Militansi Permainan Membuat Strategi Berjalan dengan Baik

Semen Padang FC membayar kekalahan away pertamanya dari Persija, 8 Februari 2014 dengan membungkam tuan rumah Persib Bandung. Belajar dari kekalahan itu, Coach Jafri Sastra secara tuntas menjawab kelemahan tim Kabau Sirah dengan menampilkan permainan terbaik. Formasi Coach JS bekerja sesuai harapan yang secara mengejutkan menurunkan Fakhrurrazi sebagai line-up dibawah mistar menggantikan Jandia EP. Kepercayaan ini dibalas penampilan gemilang Fakhrurrazi yang berkali-kali menyelamatkan gawangnya dari serbuan Firman Utina dkk. SPFC bermain dengan disiplin tinggi dan ketat penuh tekanan terhadap lawan sambil sekali-kali mengembangkan permainan melalui kecepatan duo sayapnya Hendra Adi Bayauw dan Esteban Vizcarra.

Berikut catatan positif skema permainan SPFC dalam pertandingan melawan Persib:

• Fakhrurrazi; Penampilan gemilang yang didukung komunikasi yang baik antara dua Center Back Saepuloh dan David Pagbe.

• Pagbe dan Saepuloh; Menggalang lini pertahanan dengan garis pertahanan yang dalam dan tidak gegabah menerapkan perangkap off-side seperti ketika berhadapan dengan Persija. Bahkan tak jarang keduanya mempressing lawan di sepertiga daerah pertahanan SPFC.

• Hengki Ardiles dan Novan Setya; Kesabaran pasangan Full Back Kanan dan Kiri ini yang bisa membaca situasi pola penyerangan dari sayap Persib serta tidak terburu-buru naik meninggalkan pos pertahanan untuk ikut membantu penyerangan SPFC.

• Jajang Paliama dan Eka Ramdani; Duo Central Midfielder yang bermain disiplin memutus aliran bola di lapangan tengah Persib. Khusus Jajang Paliama mengambil peran sebagai Gelandang Bertahan dan sukses melakukan presssing ketat di daerah lawan sehingga memudahkan Eka dalam mendistribusikan bola.

• Vizcarra dan Bayauw; Duo inilah yang menjadi tumpuan ketika SPFC mendapatkan peluang penyerangan. Kedua sayap ini mampu menusuk ke garis pertahanan lawan serta merepotkan Full Back Kanan dan Kiri lawan sehingga membuat Supardi dan Toni Sucipto lebih banyak berada di daerah pertahanan sendiri dan kadang keduanya [Supardi dan Toni] terlihat ragu melakukan overlapping ke daerah SPFC dalam membantu penyerangan Persib. Terbukti dengan kontribusi kemenangan SPFC terlahir dari Vizcarra dan Bayauw.

• Airlangga dan Ezze; Berani duel, pantang menyerah membuka ruang dan menjemput bola ke bawah bahkan ikut membantu lini pertahanan di daerah SPFC sendiri. Airlangga berkali-kali dijatuhkan lawan beradu sprint dengan Center Back Persib. Serta Ezze yang bermain simpel dan lebih mengutamakan strategi tim dalam membantu pertahanan.

RESPECT: buat WASIT yang bertindak fair, tidak terkontaminasi oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Memang masih ada sedikit kekurangan beranian WASIT memberikan kartu terhadap beberapa kejadian pelanggaran yang merugikan tim SPFC. Setidaknya tadi ada moment WASIT memberikan kartu kuning kepada Vujovic, dengan terlebih dahulu berkomunikasi dengan wasit tunggu.

RESPECT: untuk komentator yang bagus dan adil dalam memberikan analisa terhadap jalannya pertandingan. Serta mempunyai referensi data pemain yang akurat terhadap sejarah pemain kedua tim dan tim itu sendiri [Semen Padang dan Persib].

“SERANGAN BALIK SERTA PRESSING KETAT MEMBUAT PERSIB KESULITAN MENGEMBANGKAN PERMAINAN”. Bravo KABAU SIRAH!!! (Adril Mahaputra)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *