Ulasan Pertandingan: Kabau Sirah Malu-malu, Sriwijaya Beruntung

Duel Airlangga Sucipto dengan pemain Sriwijaya FC

Spartacks Cyber. Laga leg pertama Inter Island Cup 2014 zona Sumatera, Derby Sumatera antara Semen Padang FC dengan sriwijaya berjalan adem ayem. Tidak seperti laga derby sesungguhnya, kedua tim bermain tidak pada form sebagaimana mestinya.

Semen Padang kehilangan beberapa pilar karena cedera seperti Hendra Bayauw, Eka Ramdani dan Nur Iskandar yngg masih kurang fit namun dipaksakan untuk tampil. Walau bermain dihadapan pendukungnya sendiri, Kabau Sirah bermain tidak seperti biasanya. Kolaborasi lini tengah dan depan seperti tak bernyawa. Beberapa pemain kerap melakukan miss-komunikasi. Jarak Airlangga sebagai target man pun cukup jauh.

Separuh babak pertama anak asuh Esteban Vizcarra, dkk mendominasi serangan dan sempat beberapa kali mengancam gawang Sriwijaya yang dikawal Fauzi Toldo.

Vendry Mofu yang musim lalu memperkuat Semen Padang terlihat bermain tidak seperti biasa. Mungkin karena tekanan dari penonton tuan rumah yang masih memendam perasaan kecewa atas kepindahannya ke Palembang.

Memasuki 15 menit akhir babak pertama jual beli serangan mulai terlihat sengit. Pelanggaran yang tidak perlu yang dilakukan Seftia Hadi mengakibatkan Elang Sumatera mendapat tendangan bebas. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Sriwijaya FC untuk menjadikan sebuah gol lewat tandukan pemain asal bosnia Igor Radovanovic.

Tak lama berselang, Semen Padang memberikan respon kapada tim tamu. Barawal dari serangan balik dan sempat mengurung pertahanan Sriwijaya yang dijaga duet Muhammad Firdaus dan Abdoullaye Yousouf Maiga, lewat sebuah umpan silang Jajang Paliama, Ricky Akbar Ohorella menanduk si kulit bundar yang tidak bisa dijangkau Fauzi Toldo. Kededukan 1-1 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua tempo serangan kedua tim sedikit meningkat. Bebarapa peluang dari tim tuan rumah sempat membahayakan. Tecatat tendangan penyerang muda Fahrizal Dillah sempat mengenai mistar, namun bola rebound dari Airlangga gagal berbuah menjadi gol setelah dianggap terlebih dahulu berada dalam posisi offside. Umpan catik dari skill Esteban Vizcarra yang disambut tendangan voli Ricky Ohorella berhasil ditahan Fauzi Toldo.

Serangan Sriwijaya pun sering patah akibat disipilnnya pertahanan pasukan bukit Indarung yang dikawal David Pagbe dan Seftia Hadi. Penghujung babak kedua, pemain yang selalu menjadi favorit dari penonton, M. Rizal nyaris membawa keunggulan bagi Semen Padang setelah sepakannya mengenai mistar gawang. Namun sayang bola liar gagal dimanfaatkan menjadi gol oleh pemain depan Kabau Sirah. Hingg peluit panjang skor imbang 1-1 tetap bertahan.

Hal ini sedikit membuat Hengky Ardiles, dkk kesulitan untuk maju ke babak selanjutnya. Jika hanya bermain imbang tanpa gol atau bahkan kalah pada leg kedua nanti, dipastikan SPFC gagal melanjutkan perjalanan ke babak delapan besar Inter Island Cup yang baru pertama kali diikuti. Tapi, mengingat trend positif Semen Padang bermain di laga tandang, bukan tidak mungkin Skuad Jafri Sastra ini berhasil melaju ke babak selanjutnya. Man of the match versi penulis pada pertandingan ini adalah penjaga gawang Sriwijaya FC, Fauzi Toldo. (Romi Oktavianda)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *