Profil Pelita Bandung Raya – Indonesia Super League 2014

Profil lengkap klub Pelita Bandung Raya pada kompetisi ISL (Indonesia Super League) musim 2014. Info dan sejarah, daftar pemain, catatan prestasi.

Pelita Bandung Raya

Rank
5
Matches
12
Won
5
Tied
4
Lost
3
Website
http://wp.me/prakC-189

[Htab]
[tab title=”Info & Sejarah”]

Nama Pelita Bandung Raya
Julukan The Boys are Back
Pengelola PT Kreasi Performa Pasundan
Tanggal berdiri Oktober 2012
Alamat Setiabudhi Cipaku Indah II, Kav 32, Bandung 40143-Jawa Barat
Telp +6222 8780 1166
Fax +6222 201 7721
Email [email protected]
Stadion si Jalak Harupat Soreang dan Siliwangi Bandung
Official Media Online pelitabandungraya.co
Facebook:
Twitter:
Youtube:
Suporter Ultras Pelita Bandung Raya, Baraya, dll.

Pelita Jaya didirikan Nirwan Dermawan Bakrie pada 1986, Pelita Jaya dikenal sebagai klub elit sarat prestasi, khususnya di kompetisi Galatama pada periode 1986-1992. Pada musim perdananya di pentas kompet Galatama 1986, Pelita Jaya yang ditangani Bertje Matulapelwa langsung menyabet gelar runner-up.

Selanjutnya di musim kompetisi 1987/1988 ketika kursi pelatih beralih ke Benny Dollo, Pelita Jaya sukses menjadi kampiun. Kesuksesan itu kembali terulang pada kompetisi Galatama 1988/1989 di tangan Selimir Milosevic (Yugoslavia).

Prestasi Pelita makin mengkilap pada musim berikutnya. Pada 1990, Pelita Jaya masuk 4 besar dan lolos babak kualifikasi mewakili negara-negara Asia Tenggara dalam Kejuaraan ASEAN. Di musim yang sama, 1989/1990, Pelita Jaya pun menjadi Runner-Up Turnamen Piala Utama PSSI-PWI yang diikuti peserta kompetisi Galatama dan Perserikatan. Pada 2 musim berikutnya, 1991/1992, Pelita Jaya keluar sebagai juara di ajang itu.

Selain diperkuat bintang-bintang nasional, Pelita Jaya juga dikenal sebagai klub banyak menghadirkan pemain kelas dunia. Pada musim 1991/1992, setelah menjadi Semi Finalis Piala Champion Asia, Pelita Jaya memboyong penyerang asal Yugoslavia, Dejan Gluscevic. Penyerang asal Yugoslavia ini sempat dipinjamkan ke Bandung Raya sebelum akhirnya kembali ke Pelita.

Pada 1996 manajemen Pelita Jaya mendatangkan Top Skor Piala Dunia 1978 asal Argentina, Mario Kempes. Ia diplot sebagai pemain sekaligus asisten pelatih. Selain Kempes, dua bintang Kamerun, Roger Milla (Kamerun) dan Maboang Kessack (Kamerun) yang juga direkrut pada musim itu.

Namun di ajang Liga Indonesia prestasi Pelita Jaya meredup. Bahkan pada 1999/2000, Pelita Jaya terpaksa mengungsi dari Stadion Lebak Bulus, Jakarta ke Stadion Manahan, Solo. Nama Pelita Jaya pun berubah jadi Pelita Jaya Solo. Sayang, Pelita Jaya Solo yang saat itu bermain di level Divisi I Liga Indonesia, hanya bertahan 3 musim hingga 2001/2002.

Pada Liga Indonesia 2002/2003, manajemen Pelita Jaya kembali mengubah nama jadi Pelita Jaya Krakatau Steel yang disesuaikan dengan homebase-nya, Stadion Krakatau Steel, Cilegon karena adanya proses merger.

Namun, Pelita Jaya tidak bertahan lama di Cilegon dan hijrah ke Purwakarta sekaligus mengubah namanya jadi Pelita Jaya Purwakarta dan ber-homebase di Stadion Purnawarman, Purwakarta. Di bawah asuhan duet Bambang Nurdiansyah dan Safrudin Pabanyo, Pelita Jaya Purwakarta sukses mendapat tiket promosi ke Liga Super Indonesia pada 2006/2007.

Menghadapi persaingan di Liga Super Indonesia yang sangat ketat, pada akhir 2006, manajemen Pelita menunjuk Fandi Ahmad (Singapura) sebagai pelatih yang dibantu Kadir Yahya (Singapura) dan Ardjuna Rinaldy sebagai asisten pelatih.

Pelita Jaya yang sejak 2007 dijuluki The Young Guns karena diperkuat banyak pemain muda juga sempat ber-homebase di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang Bandung selama 1 musim sebelum akhirnya hijrah ke Stadion Singaperbangsa, Karawang. Pada 2010, Pelita Jaya ditangani pelatih asal Serbia, Miodrag ‘Misha’ Radovic. Musim itu Pelita Jaya bertengger di peringkat 12.

Musim berikutnya Pelita Jaya FC yang berada di bawah pengelolaan PT Nirwana Pelita Jaya merekrut pelatih bertangan dingin, Rahmad Darmawan. Di tangan RD, posisi Egi Melgiansah dkk. melonjak ke peringkat 6.

Menjelang Liga Super Indonesia 2012/2013, PT Nirwana Pelita Jaya menjual seluruh saham Pelita Jaya FC kepada PT Kreasi Performa Pasundan yang didirikan pemilik klub Bandung Raya. Namun di lain pihak PT Pelita Jaya Cronous mengakuisisi Arema ISL. Sehingga keluarga Bakrie tetap mengelola klub yang berlaga di Liga Super Indonesia. [sumber: pelitabandungraya.co]

[/tab]
[tab title=”Skuad”]

NP Nama Lahir Negara Posisi
Dejan Antonic Serbia Pelatih Kepala
Vergec Darko Serbia Asisten Pelatih
Peri Sandria Indonesia Asisten Pelatih
Gatot Prasetyo Indonesia Pelatih Penjaga Gawang
Kartono Indonesia Pelatih Fisik
1 Dennis Romanovs 2 Sep 1978 Latvia Penjaga Gawang
21 Alfonsius Kelvan 21 Jun 1989 Indonesia Penjaga Gawang
25 Raden Galuh Noor Hendrayana Indonesia Penjaga Gawang
2 Saddam Hi Tenang 2 Feb 1994 Indonesia Bek Kiri
3 Mohammad Chairul Rifan 3 Des 1989 Indonesia Bek Tengah
4 Mokhamad Syaifudin 9 Okt 1992 Indonesia Bek Tengah
6 Dyas Angga Indonesia Bek Tengah
16 Hermawan 9 Mei 1983 Indonesia Bek Tengah
22 Wildansyah 3 Jan 1987 Indonesia Bek Kiri
24 Boban Nikolić 8 Okt 1980 Serbia Bek Tengah
30 Nova Arianto 4 Nov 1978 Indonesia Bek Tengah
42 Riyandi Ramadhana Putra S 2 Apr 1991 Indonesia Bek Kiri
87 Fariz Dinata Indonesia Bek Kanan
7 Rafid Chadafi Lestaluhu 16 Okt 1993 Indonesia Gelandang Kiri
10 Agus Indra Kurniawan 27 Feb 1982 Indonesia Gelandang Serang
11 Wawan Febrianto 23 Feb 1994 Indonesia Gelandang Kiri
14 Muhamad Arsyad 22 Apr 1993 Indonesia Gelandang Serang
23 Kim Jeffrey Kurniawan 23 Mar 1990 Indonesia Gelandang Serang
47 Anggo Julian Indonesia Gelandang Bertahan
86 Hassan Basri Lohy 8 Sep 1986 Indonesia Gelandang Kanan
88 Rizky Ahmad Sanjaya Pellu 26 Jun 1992 Indonesia Gelandang Bertahan
93 Dolly Ramadhan Gultom 5 Mar 1993 Indonesia Gelandang Kanan
94 Iman Pathurohman 31 Ags 1994 Indonesia Gelandang Bertahan
20 Bambang Pamungkas 10 Jun 1980 Indonesia Depan
29 Talaohu Abdul Musafri 19 Feb 1982 Indonesia Depan
32 Cristian Gaston Castano 8 Jul 1985 Argentina Depan
99 Nunung Dwi Cahyo Indonesia Depan

[/tab]
[tab title=”Prestasi”]

Galatama
1986/87: Runner-up
1987/88: Runner-up
1988/89: Juara
1990: Juara
1990/92: Peringkat ke-3
1992/1993: Peringkat ke-6
1993/94: Juara

Divisi Utama Liga Indonesia (First-tier)
1994/95: 8 besar / peringkat 1 wilayah Barat
1995/96: 12 besar / peringkat ke-2 wilayah Barat
1996/97: 12 besar / runner-up wilayah tengah
1997/98: Kompetisi tidak selesai
1998/99: Peringkat ke-3 Babak 10 Besar / Peringkat ke-2 Wilayah Pusat
1999/00: 8 besar / peringkat ke-4 wilayah Timur
2001: Peringkat ke-11 Wilayah Timur
2002: Peringkat ke-7 Wilayah Barat
2003: Peringkat ke-14
2004: Peringkat ke-17 (degradasi)
2005: Peringkat ke-13 Wilayah Timur (Playoff degradasi)
2007: Peringkat ke-8 wilayah Barat

Divisi I
2006: 8 besar / runner-up wilayah II (promosi)

Indonesia Super League
2008/09: Peringkat ke-9
2009/10: peringkat 15 (playoff degradasi)
2010/11: Peringkat ke-12
2012/13: Peringkat 15 (playoff degradasi)

Piala Utama
1990: Runner-up

Piala Galatama
1992: 6 besar

Piala Indonesia
2005: Putaran 1
2006: Putaran 2
2007: 4 besar
2008/09: 16 besar
2009/10: perempat final

[/tab]
[/Htab]

Pelita Bandung Raya – Indonesia Super League 2014

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *