‘Pekerjaan Rumah’ manajemen Kabau Sirah

Setelah berhasil menjadi juara Indonesia Premier League 2011/2012, sebuah pertanyaan besar pasti menjadi pembicaraan pecinta sepak bola tim Semen Padang FC saat ini yaitu bagaimana persiapan menghadapi musim depan dan persiapan untuk mengikuti kompetisi Liga Champion Asia 2012/2013? Tentu ini bukan sekadar harapan, tapi sebuah kata-kata keharusan. Ini bukan menjadi sebuah target yang berat, tentu banyak aspek-aspek perlu dibenahi baik urusan teknis maupun non-teknis.

Hal pertama yang perlu dibenahi tentu soal stadion. Selama berkiprah baik di Galatama maupun sampai Liga Indonesian Primer League (IPL) SPFC belum memiliki stadion milik sendiri. Bahkan pernah bermain di luar Kota Padang. Dan masalah stadion jadi pekerjaan rumah paling mendesak bagi menajemen jika ingin juga mewujudkan mimpi main di kompetisi Liga Champions Asia. Tentu syarat paling utama mengenai infrastruktur stadion harus memenuhi standar FIFA atau AFC. Jika tak dapat memenuhi, Manajemen dan pendukung semen padang harus bersiap untuk gigit jari untuk mencari stadion alternatif di luar Kota Padang bahkan Sumatera Barat.

Poin kedua yang paling harus segera dibenahi tentu materi pemain, pasca perayaan syukuran semen padang dan perpisahan pemain dan manajemen pada Selasa(17/07/2012) di UPI Convention Centre, masih belum ada kejelasan tentang siapa pemain yang akan dipertahankan dan siapa yang harus angkat koper dari bukik karang putiah. Format kompetisi musim depan memang masih menjadi misteri, belum damainya PSSI dan KPSI menjadi salah satu faktor penghambat, tapi persiapan komposisi pemain harus dimulai jauh-jauh hari. Mustahil akan dapat mengulang prestasi musim ini jika tim tidak dipersiapkan dengan matang. Harapan yang besar dari publik minangkabau untuk bisa lebih bersinar di kompetisi asia pasti akan semakin besar. Dan skuad yang ada minimal dapat dipertahankan terutama pemain yang telah banyak berjasa meraih gelar juara IPL dan finalis Piala Indonesia.

Poin ketiga tentu mengenai pengurus musim depan. Ini juga tak dapat dianggap urusan biasa, pengaruhnya juga luar biasa terhadap hasil pertandingan. Dari kabar beredar, menajer tim yang bediri tahun 1980 ini Asdian, kemungkinan besar tak akan jadi menajer musim depan. Perbincangan tim spartacks cyber dan Asdian dalam acara perpisahan pemain dan syukuran membahas siapa menajer musim depan. Tapi ketika kabar itu dikategorikan pasti, Asdian belum dapat memastikan.

Setelah kepulangan dari Bantul tim spartacks cyber berbincang dengan coach Irwansyah, asisten pelatih fisik SPFC. Dari kabar terakhir, menurutnya baik pelatih maupun pemain belum ada kejelasan nasib untuk bermain kembali dengan klub sang juara IPL musim 2011-2012 ini. Bisa disimpulkan, masih menunggu lampu hijau dari Totok Sudibyo maupun Erizal Anwar.

Ketiga aspek itu penting dan jadi PR bagi pengurus PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP). Untuk aspek lain misalnya sarana dan peralatan latihan, Panitia pertandingan (panpel) juga segera dibenahi. Publikasi dan promosi tim segera mencari sponsor-sponsor yang akan memberikan hasil maksimal terhadap pemasukan klub. Semoga bisa berkibar kembali musim depan dan berjaya, bravo Kabau Sirah.
(Eko Kurniawan)

Haris Tamsin

Just SPARTAN and MUFC Die Hard Fans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *