Tur Palembang, antara sedih dan haru

Sekali lagi, SPARTAN (sebutan untuk militan-militan SPARTACKS) menunjukkan totalitas dan loyalitas dalam mendukung penuh Semen Padang FC baik kandang maupun tandang. Kali ini suporter mandiri yang belum genap berumur satu tahun ini mengawal tim kesayangan Kabau Sirah dalam big match derby sumatera melawan Sriwijaya FC di stadion Jakabaring, Palembang.

Rombongan yang terdiri dari dua gelombang ini, yaitu gelombang pertama yang barasal dari Spartacks Tatar Sunda dan Raya Banten telah terlebih dahulu sampai di kota Palembang pada Rabu (6 feb 11) dini hari dan langsung disambut oleh rekan-rekan suporter Singamania FC. Sedangkan gelombang kedua berangkat langsung dari Kota Padang sejumlah 2 bus. Rombongan ini dalam perjalanan menuju Palembang juga bertambah karena ada beberapa SPARTAN yang bergabung di jalan. Total hampir seratusan SPARTAN hadir di Jakabaring.Meskipun sedikit terlambat memasuki stadion dikarenakan konvoi SPARTACKS bersama Singamania dan diikuti Beladas (dua-duanya merupakan suporter tuan rumah) menuju tempat pertandingan terjebak macet namun tidak mengurangi semangat para SPARTAN untuk bersorak dan bergoyang mendukung tim. Apalagi dengan jumlah yang kalah banyak (hal yang wajar dialami oleh setiap suporter tim tamu) sehingga yel-yel dan nyanyian hampir tidak terdengar sama sekali karena tertutup oleh suara suporter tuan rumah. SPARTACKS tetap bernyanyi, walaupun pertandingan berakhir dengan sangat menyedihkan, Semen Padang dicukur Sriwijaya 5 gol tanpa balas.

“Walaupun semen kalah, para militan terus bersorak dan bernyanyi. Sampai-sampai warga palembang yang nonton melihat kita semua karna nyanyian yang keras dan atraksi kompak. Walau kalah dan para spartan yg minim. Salut buat para spartan walau mereka capek 30 jam di jalan langsunng bergoyang di stadion”, tulis Naufal Anolates, salah seorang SPARTAN yang ikut tur pada halaman facebook spartacks.

Hal positif yang bisa diambil dari tur kali ini adalh terjalinnya hubungan persaudaraan yang kuat diantara SPARTACKS dan suporter tuan rumah, baik Singamania maupun Beladas. Bahkan sebelum kembali ke Padang, SPARTACKS dan Singamania masih sempat adu atraksi dan kreasi di depan sekretariat Singamania, dan dilanjutkan dengan diskusi oleh petinggi-petinggi kedua suporter.

Terima kasih warga palembang, Terimakasih Beladas dan Singamania atas jamuan dan keselamatan kami di kota palembang. Khususnya Singamania yang sudah mengawal kami dan menjemput kami dengan jarak 30 km dari sekretariat. Salute buat singamania atas jamuannya.

Kami tunggu di Kota Padang pada putaran kedua,  semoga persaudaraan ini bisa abadi dan menjadi awal persatuan Suporter Sumatera khususnya, dan Suporter Indonesia umumnya.

Salam Sanak saKampuang

Salam Damai Suporter Indonesia.

*nb: foto-fotonya nyusul ya, mimin belum dapat kiriman soalnya ^_^

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *