Profil: Irwansyah pelatih Fisik Semen Padang

Spartacks Cyber – Sebagai tim papan atas di sepakbola liga Indonesia, Semen Padang FC mulai berbenah untuk mempertahankan posisi puncak. Pembenahan di mulai di posisi jajaran pelatih. Salah satunya dengan menghadirkan pelatih fisik. Dimusim 2010/ 2011 lalu, Semen Padang mempercayakan posisi tersebut kepada Dino Sefriyanto. Namun, karena yang bersangkutan tidak memperpanjang kontrak, maka Semen Padang mulai bergerilya mencari pengganti. Akhirnya sosok yang dicari digaet dari tim Pelita Jaya Karawang (tim yang berlaga di turnamen Andalas). Namanya masih baru di telinga pencinta sepak bola Padang.

Sosok Drs Irwansyah, itulah nama lengkapnya. Untuk satu musim ke depan, pria asal Lampung itu akan hadir bersama skuad Kabau Sirah menghadapi 23 klub. Sungguh liga yang menguras tenaga, pikiran bahkan materi. Ini menjadi tantangan couch Irwan, panggilan sapaannya.

Sebelum berlabuh di tim asal bukit Indarung, Irwan sudah melalangbuana ke berbagai tim. Mulai dari tingkat yunior sampai senior. Mula-mula ia berposisi sebagai pemain, namun nasib tak mengizinkan alumni IKIP Bandung (sekarang UPI Bandung) untuk lanjut ke jenjang professional. Penyebabnya karena cidera. Akhirnya ia mengadu nasib jadi pelatih.

Mula-mula ikut lisensi D, C, B nasional. Selanjutnya lisensi AFC, bahkan menjadi insruktur lisensi D. Karir bermula jadi pelatih untuk level mahasiswa yang berlaga di pecan olahraga mahasiswa nasional (Pomnas). Lambat laun, Irwan selalu mengasah kemampuan pelatihnya. Keseriusan Irwan mulai mendapatkan hasil. Ketika ia dipercaya, jadi pelatih fisik di tim Persib yunior, selanjutnya Persikab Bandung. Lalu Casurin FC. Dan terakhir berlabuh di Pelita Jaya sebelum dipinang Semen Padang. Ia selalu mengedepankan nilai profesionalisme dalam kerja dalam tim.

Pria usia 41 tahun ini juga pernah menukangi tim nasional U-16. Bisa dikatakan ia memang pilihan yang tepat menajemen Semen Padang FC, karena refutasi Irwan yang sudah mulai bisa melatih tim nasional. Pertimbangan manajemen juga dikarenakan cocoknya harga kontrak. Maka, Irwan akan menjadi calon idola baru Spartacks cyber, tentu dengan bukti prestasi.

‘’Target saya di tim ini, tentu ingin yang terbaik. Dukungan semua pihak sangat membantu tim meraih hasil puncak. Tapi, saya juga tak mau ambisi itu membuat bumerang bagi skuad muda. Karena, banyak pemain muda di tim Semen Padang, memiliki ambisi tinggi. Maka, saya memberikan latihan fisik yang lebih pada mereka. Mungkin Tuhan juga tahu siapa yang terbaik, ungkapnya ketika diwawancara oleh tim redaksi Spartacks Cyber di sela-sela persiapan tim menghadapi turnamen Piala Andalas Kamis, 29/9/11 di mess Semen Padang.

Ia juga menjelaskan bahwa tantangan melatih tim sekelas Semen Padang juga memberikan suatu pengalaman baru. Dulu ketika ia melatih di Pelita Jaya, kedekatan dengan hati pemain, sangat terasa. Ketika sudah di Padang, Irwan berusaha menerapkan sistem kekeluargaan. Karena katanya, kunci suksesnya pemain dilapangan berawal dari kedekatan pelatih dengan anak didiknya. Di samping faktor fisik yang baik, faktor mental juga mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Cit-cita Irwan sudah tercapai. Walau dari dulu, ia ingin sekali jadi pemain professional, tapi Tuhan berkehendak lain. Doa Irwan kepada Tuhan, kita harapkan membawa Semen Padang jadi kampiun Liga Indonesia Amin.  (eko kurniawan)

Haris Tamsin

Just SPARTAN and MUFC Die Hard Fans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *