Edu-Ferdinand Sukses Beri Hadiah Ulang Tahun Coach Nil Maizar

Spartacks Cyber. Semen Padang FC berhasil meraup 3 poin penuh ketika bertandang menghadapi Bontang FC dengan kemenangan dua gol tanpa balas. Dua gol yang dicetak Edward Wilson Junior dan Ferdinand Sinaga berhasil membuat Kabau Sirah kembali ke puncak klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL) sekaligus kado yang manis untuk ulang tahun ke 42 pelatih Nil Maizar yang jatuh pada 2 Januari lalu.

Edward Wilson Junior - Ferdinand Sinaga

Laga yang dilaksanakan di Stadion Mulawarman, Bontang pada Minggu malam 8 Januari 2012 merupakan laga kelima Semen Padang, sementara bagi Bontang FC merupakan laga keempat. Hasil laga ini membuat SPFC kembali menyalip Persija di puncak klasemen dengan mengumpulkan 11 poin, sedangkan Bontang FC tetap tertahan di papan bawah tepatnya di peringkat 10 dengan perolehan dua poin.

Pada pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cukup cerah tersebut Semen Padang langsung berusaha menekan pertahanan Bontang sejak awal pertandingan. Dengan kondisi fisik yang sedikit kelelahan karena perjalanan darat yang cukup jauh menuju stadion Mulawarman, namun Elie Aiboy dkk berhasil mendominasi permainan sejak awal. Anak asuh Nil Maizar tersebut baru bisa mencuri gol pada menit ke 21 melalui legiun asing asal Liberia, Edward Wilson Junior yang biasa dikenal dengan panggilan Edu.

Ketinggalan satu gol membuat kubu Bontang FC mencoba untuk bangkit dan berusaha membuat gol balasan. Namun anak asuhan Edi Simon Badawi kembali harus tersentak setelah pada menit ke 29 penyerang Timnas U-23 Ferdinand Sinaga berhasil menambah keunggulan Semen Padang menjadi 2-0. Keunggulan dua gol ini bertahan sampai babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua Bontang FC terus berusaha mengejar ketertinggalan. Beberapa kali tuan rumah mendapatkan peluang namun gagal dikonversi menjadi gol. Kurangnya kerjasama tim dan komunikasi antar lini tim Laskar Khatulistiwa dianggap menjadi penyebab kegagalan sehingga serangan mereka mudah dipatahkan barisan belakang Kabau Sirah yang dikomandoi David Pagbe dan Abdul Rahman. Semen Padang juga bukan tanpa peluang pada babak kedua, namun belum bisa menambah keunggulan. Hasilnya kedudukan 2-0 terus bertahan hingga akhir pertandingan.

Asisten Pelatih Bontang FC Johny Rining mengakui kekalahan timnya itu. Ia juga menilai kekalahan tersebut akibat permainan buruk pemain-pemainnya. “Mereka tampil kurang disiplin, sementara lawan tampil lebih solid dan semangat tinggi. Mereka juga lebih percaya diri meski main di kandang lawan,” jelasnya usai pertandingan.

Menurut Johny Rining, dua gol yang tercipta dalam selisih waktu sepuluh menit itu akibat kagetnya barisan Bontang FC yang tidak sigap mengantisipasi serangan lawan yang begitu cepat. Alhasil, di babak kedua timnya bersusah payah untuk membobol gawang Semen Padang namun upaya ini gagal hingga pertandingan usai.

Sedangkan Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku kemenangan ini adalah berkah tersendiri bagi timnya. Pasalnya, Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan tidak dalam kondisi puncaknya saat turun lapangan. “Sebenarnya pemain saya banyak yang kelelahan karena menempuh perjalanan darat berjam-jam dari Balikpapan menuju Bontang,” ucap pria yang pernah dikandidatkan sebagai pengganti pelatih Timnas U-23 ini.

“Selain itu, kami juga berhasil memaksimalkan strategi kami melawan Bontang FC, yakni tetap main menyerang meski bermain di kandang lawan,” cetus Nil Maizar. Setidaknya sekitar 3.000 penonton yang sebagian besar adalah pendukung Bontang FC, Bontang Mania, datang menyaksikan laga tersebut. Sekitar belasan Spartacks yang tergabung dalam Spartacks Borneo juga hadir mendukung tim Semen Padang. (Rieko)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.