Kaleidoskop Tim Semen Padang FC 2011 (Juli-Desember)

Spartacks Cyber. Tahun 2011 merupakan salah satu tahun penting bagi kesebelasan Semen Padang FC. Kembali berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia serta memperoleh hasil yang ‘mengejutkan’ adalah alasan utamanya. Musim kompetisi 2008/09 awal pertama kalinya Liga Super Indonesia (ISL) digelar tim Kabau Sirah terpaksa turun kasta ke kompetisi level dua meskipun tetap berada di Divisi Utama. Hal itu disebabkan karena ISL kompetisi baru yang dibentuk dengan tujuan ‘memprofesionalkan’ klub-klub sepakbola Indonesia dijadikan level satu, sedangkan Divisi Utama harus rela mengalah menjadi level dua.

Semen Padang tidak bisa mengikuti ISL bukan karena tim ini belum ‘profesional’ berdasarkan parameter kala itu, namun karena pencapaian tim Kota Padang tersebut hanya mampu finish di urutan ke 16 dari 18 peserta wilayah barat Divisi Utama tahun 2007. Sementara yang berhak naik ke ISL hanyalah tim-tim dengan peringkat 1 sampai 9 untuk masing-masing wilayah.

Dua musim berjuang untuk promosi ke ISL, pada musim 2009/10 Semen Padang berhasil meraih peringkat ketiga Divisi Utama dan berhak pormosi ke Liga Super. Dibawah asuhan Arcan Iurie, Edward Wilson Junior dkk berhasil mengalahkan Persiram Raja Ampat dengan skor 1-0 di Stadion Manahan, Solo pada 29 Mei 2010. Kemenangan yang disambut gembira oleh semua insan sepakbola Ranah Minang.

Memasuki musim 2010/11, manajemen memutuskan untuk mengangkat Nil Maizar, mantan pemain Semen Padang era 90an dan juga asisten pelatih Arcan Iurie sebelumnya menjadi pelatih kepala. Dibawah asuhan pelatih muda asal Payakumbuh ini Semen Padang menjelma sebagai kuda hitam dalam Liga Super Indonesia. Berhasil menempati posisi ke-empat klasemen akhir ISL 2010/11 adalah prestasi yang membanggakan mengingat dari segi materi pemain, Semen Padang hanya dihuni pemain yang “biasa-biasa” saja.

KALEIDOSKOP TIM SEMEN PADANG FC 2011 (Juli-Desember)

1 Juli: Semen Padang berhasil meraih juara ketiga Piala Gubernur Aceh II setelah pada laga perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan Pelita Jaya dengan gol tunggal Edward Wilson Junior pada menit ke 57.

9 Juli: Djohar Arifin Husein terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011/15. Dia didampingi Farid Rahman sebagai wakil. Kongres Luar Biasa PSSI di Surakarta juga meresmikan kepengurusan baru. Widodo Santoso mantan Ketua Umum SP juga terpilih menjadi salah satu anggota Exco.

14 Juli: Tri Gustoro terpilih sebagai Sekjen PSSI setelah ditunjuk oleh anggota EXCO PSSI periode 2011-2015.

15 Juli: Muhammad Vendry Ronaldo Mofu menikah dengan gadis Minang Prima Elfina di kediaman mempelai perempuan, Indarung, Padang. Resepsi pernikahan dilaksanakan pada tanggal 17 Juli.

18 Juli: 5 pemain dipastikan tidak akan diperpanjang kontraknya, yaitu Saktiawan Sinaga, Budi Kurnia, Heru Nerly, Anda Hendrawan dan Gusrifen Efendi.

23 Juli: Semen Padang menang telak 4-0 terhadap tuan rumah Persiks Kuansing/Teluk Kuantan Selection dalam laga segitiga Teluk Kuantan. Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Sport Center, Kuansing tersebut gol SP dicetak oleh Yoshua Pahabol (3 gol) dan Suheri Daud.

24 Juli: Kembali keok melawan PSPS Pekanbaru di Sport Center, Kuansing. Dalam lanjutan laga segitiga Teluk Kuantan, SP menyerah 1-2.

25 Juli: PSSI menetapkan susunan pengurus periode 2011/15.

8 Agustus: Irwansyah mantan pelatih fisik Pelita Jaya resmi menangani fisik Elie Aiboy dkk menggantikan Dino Sefrianto yang pindah ke Persib Bandung.

10 Agustus: Park Chul Hyung resmi dilepas, begitu juga M. Fauzan Jamal. Pemain baru yang telah resmi akan bergabung yaitu Ferdinand Sinaga (Persiwa), Abudul Rahman (Pelita) dan Mustafa Aji (Pelita)

15 Agustus: Ferdinand Sinaga telah bergabung untuk pertama kalinya dengan tim dan mulai mengikuti program latihan.

25 Agustus: PSSI mengumumkan klub yang akan ambil bagian di kompetisi level satu dan dua. Untuk level satu, ada 32 klub yang akan ambil bagian. Sementara 48 klub akan ikut kompetisi level dua, yang nantinya akan dibagi dalam empat wilayah.

16 September: Setelah sempat mengubah-ubah format kompetisi, PSSI akhirnya memastikan gelaran kompetisi kasta teratas di Indonesia akan menggunakan format satu wilayah. Keputusan itu diambil pada rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta.

18 September: Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menunjuk Presiden Direktur Persisam Samarinda Harbiansyah Hanafiah sebagai direktur BLI. Namun yang bersangkutan kemudian memilih mundur lima hari kemudian. PSSI pada akhirnya menghapus jabatan tersebut.

24 September: Resmi, SP mengontrak Saepuloh Maulana asal Persikabo Bogor. Saepuloh akan diplot sebagai suksesor Abdul Rahman.

27 September: Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus memastikan 24 klub akan mengikuti kompetisi kasta tertinggi pada musim depan. Namun beberapa minggu berselang, tim yang menjadi kontestan berkurang hingga kini hanya tersisa 13 tim yang ambil bagian dalam kompetisi.

30 September: Laga perdana Solidarity Games, Semen Padang tumbangkan Pelita Jaya dengan skor 2-1. Gol SP oleh Suheri Daud dan Edward Wilson Junior, sedangkan balasan Pelita Jaya dicetak oleh Alaxander Bajevski melalui titik pinalti.

2 Oktober: Semen Padang menjuarai Solidarity Games setelah pada laga kedua mengalahkan PSPS Pekanbaru melalui adu pinalti. Sehari sebelumnya PSPS juga menang atas Pelita Jaya dengan skor 2-0.

5 Oktober: Semen Padang menahan imbang Timnas U-23 dalam laga uji coba yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim. Dalam laga ini Edu menjadi sumber bencana Timnas setelah tendangannya gagal diantisipasi dengan baik oleh Kurnia Meiga sehingga membuat Hasyim Kipuw mencetak 1 gol bunuh diri pada menit ke 30 dan dibalas oleh Titus Bonai pada menit ke 73. Hasil imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.

10 Oktober: Ditambah Slamet Riyadi (mantan Persela) dan Ricky Ohorella (mantan Persih Tembilahan), SP resmi daftarkan 30 pemain ke PSSI.

15 Oktober: Indonesian Premier League dibuka dengan gelaran laga Semen Padang melawan Persib Bandung. Duel kedua tim berakhir dengan skor imbang 1-1. Setelahnya, kompetisi langsung diliburkan hingga batas waktu tertentu, salah satunya karena proses penyusunan jadwal kompetisi yang belum rampung. Mustafa Aji menjadi sorotan karena menjadi pencetak gol perdana gelaran IPL.

25 Oktober: PSSI mencabut semua kewenangan PT Liga Indonesia secara resmi. Surat keputusan per tanggal 22 Agustus itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. PSSI merasa berhak mencabut kewenangan PT Liga Indonesia berdasarkan sejumlah pertimbangan yang disandingkan dengan dasar Pasal 79 Statuta PSSI, antara lain, telah terpilihnya pengurus baru PSSI berdasarkan Kongres Luar Biasa PSSI Tahun 2011, posisi PT Liga Indonesia yang masih dalam pemeriksaan audit laporan keuangan oleh PSSI, serta tenggat waktu dari AFC untuk penyelenggaraan kompetisi profesional yang mendesak PSSI untuk segera membentuk badan hukum baru sebagai penyelenggara kompetisi tersebut.

31 Oktober: Samsidar dipanggil Wim Rijsbergen mengikuti pelatnas Timnas di Solo untuk persiapan laga melawan Qatar pada 11 November di Doha dalam pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia.

8 November: Pengurus PSSI periode 2011/15 resmi dilantik. Sebanyak 20 komite tetap PSSI akan bertugas di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husein. 5 orang petinggi SP mengisi kabinet Djohar selain Widodo Santoso mantan Dirut PT. SP ketua umum SPFC, yaitu Iman Hidayat Direksi PT. SP, Erizal Anwar Dirut PT. KSSP, Totok Sudibyo Direktur Promosi PT. SP, Kabiro Humas PT. SP Daconi serta mantan pelatih SPFC Oyong Liza.

18 November: Ujicoba, Semen Padang gagal memetik kemenangan atas Limapuluh Kota Selection di lapangan Tanjung Jati, Kecamatan Guguk Limapuluh Kota. Semen Padang kalah dengan skor 1-2, Gol SP dicetak oleh Tommy Rifka.

19 November: Ujicoba, Semen Padang mengalahkan Bukittinggi Selection dengan skor telak 5-0.

20 November: PT. LPIS mengungkapkan IPL akan kembali dihelat pada akhir bulan. Sementara kompetisi tandingan akan mulai dilangsungkan pada 1 Desember.

24 November: Ferdinand Sinaga dan Abdul Rahman telah mulai mengikuti latihan usai membela Timnas U-23 selama ajang SEA Games 2011 di Jakarta.

28 November: Partai Semen Padang vs Persibo berakhir imbang. Laga yang sempat ditunda setalah babak pertama tanggal 27 sore akibat diguyur hujan, dilanjutkan pagi hari. Namun sayang tidak ada gol yang tercipta hingga akhir babak kedua. Persib resmi mengirimkan surat pengunduran diri dari IPL.

1 Desember: Semen Padang menang telak atas Persema Malang dengan skor 6-2. Gol SP dicetak oleh Vendry Mofu (34′), Ferdinand Sinaga (44′), Esteban Vizcarra (49′) Edward Wilson Junior (56′, 82′, 87′), sedangkan balasan Persema dicetak oleh Irfan Bachdim (57′) dan Ngon Mamoun (69′).

5 Desember: Soft launching serta syukuran 31 tahun tim Semen Padang, di Wisma Indarung, Padang.

11 Desember: Semen Padang menang tipis atas tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Gol tunggal SP dicetak oleh Ferdinand Sinaga. Jandia Eka Putra menjadi inspirator berkat beberapa kali penyelamatan yang dilakukannya.

17 Desember: Semen Padang harus puas berbagi angka dengan Persiba Bantul dalam laga lanjutan IPL yang berakhir imbang tanpa gol. Dengan hasil ini SP masih berada di puncak klasemen dengan poin 8, hanya beda selisih gol dengan Persija pada posisi kedua.

22 Desember: Federasi sepakbola internasional (FIFA) dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) meminta PSSI agar mendesak klub Superliga Indonesia (ISL) kembali ke pangkuan. Demikian isi surat yang ditandatangani sekjen FIFA Jerome Valcke dan sekjen AFC Alex Soosay. (Redaksi Spartacks Cyber)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.