Persepak Payakumbuh Terkendala Dana Ikuti Divisi II Liga Indonesia

Logo Persepak PayakumbuhSpartacks Cyber. Persepak Payakumbuh tahun ini diberi kesempatan oleh PSSI untuk bertarung di Divisi II Liga Indonesia. Namun satu permasalahan klasik bagi tim kebanggaan kota Batiah ini membuat persiapan mereka sedikit tersendat. Bermaksud ingin lebih berprestasi di tingkat nasional, Persepak sampai saat ini masih tersandung masalah pendanaan.

Keikutsertaan Persepak Payakumbuh dalam kompetisi Divisi II bisa dikatakan sebuah berkah, mengingat pada musim kompetisi kemarin Persepak hanya berhasil mencapai putaran ketiga Divisi III Liga Indonesia. Saat itu Persepak bersama PSKB Bukittinggi tergabung dalam Grup XVIII Zona Sumatera dan bertarung di Kompleks Thamrin Graha Metropolitan, Medan Helvetia pada 6-14 Desember 2010. Dalam 5 kali bertanding, Persepak hanya mampu memperoleh 1 poin hasil dari satu kali imbang melawan Persijaya Aceh Jaya dan empat kali kalah ketika berhadapan dengan Thamrin Graha Metropolitan, Bintang Jaya Asahan, PSKB Bukittinggi dan Persip Pasee. Dengan hasil ini Persepak menduduki dasar klasemen dan menutup peluang untuk promosi ke Divisi II musim ini karena jatah promosi hanya untuk dua tim peringkat teratas grup ini.

Kenyataan berkata lain, berdasarkan hasil Kongres II PSSI di Bali pada bulan Januari 2011 diputuskan peserta Divisi II Liga Indonesia musim kompetisi 2011/2012 sebanyak 100 klub, lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya yaitu 78 klub. Penambahan jumlah peserta ini juga dialami Divisi I yang tadinya 58 peserta bertambah menjadi 66 klub. Hal ini memaksa adanya “promosi gratis” untuk setiap divisi amatir kompetisi sepakbola negeri ini. Entah berkah apa bukan, yang jelas kebijakan ini membuat Persepak Payakumbuh bersama beberapa klub lainnya yang harusnya masih bertarung di Divisi III naik ke Divisi II Liga Indonesia.

Saat ini Persepak sendiri terdaftar bersama Perssis Solok, PSKB Bukittinggi, GAS Sawahluto dan PS Kerinci di Grup 3 babak penyisihan pertama Divisi II Liga Indonesia. Penetapan tuan rumah memang belum dilakukan karena PSSI menunggu tawaran dari klub peserta yang bersedia menjadi tuan rumah. Dari tawaran ini PSSI akan melakukan penilaian kelayakan baik dari segi infrastruktur maupun kesiapan SDM.

Inilah yang membuat tim Persepak sedikit kelimbungan karena makin dekatnya kompetisi dimulai yaitu tanggal 14 Januari 2012, sementara dana yang dibutuhkan belum ada gambaran oleh pihak manajemen. Kemungkinan terburuk, jika Persepak memutuskan untuk mundur dari kompetisi, maka wakil kota Payakumbuh ini terancam degradasi kembali ke Divisi III musim depan.

Hal itu diungkapkan oleh manajer tim Persepak, Zul Arman seperti yang diberitakan oleh Padang Ekspres. Zul menyatakan walaupun hari pelaksanaan roda kompetisi sudah dekat namun Persepak belum punya finansial untuk itu. Menurut Zul Arman, pihaknya sudah melaporkan persoalan itu kepada Ketua Umum Persepak, Josrizal Zain, yang juga Wali Kota Payakumbuh.  Menurut rencana, dalam rapat pengurus, akhir tahun ini, akan diperoleh solusi terbaik buat Persepak.

Dikatakan, persoalan yang dialami Persepak sekarang ini, bukan tanggung jawab semata pengurus. Tapi, juga tanggung jawab seluruh lapisan warga kota, terutama kalangan pemilik modal yang peduli dengan dunia persepakbolaan ini.

Karena itu, Zul, yang juga Kabid Bina Marga Dinas PU ini, berharap, bantuan dari para pengusaha di kota ini. Dikatakan, prestasi Persepak di dunia persepakbolaan nasional tidaklah kalah dengan tim-tim daerah lain. Tim ini, 2008 lalu, juga lolos ke Divisi II, setelah tampil sebagai juara regional Sumatera Divisi III.

Tapi, saat kompetisi Divisi II digelar, Persepak mundur, karena alasan klasik tidak memiliki dana. Akhirnya, PSSI mendepak Persepak kembali ke Divisi III.  “Pengalaman pahit itu, jangan terulang lagi,” tegas Zul. (Rieko)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.