Profil Samsidar Semen Padang FC

[dataset id=5]

Tim Nasional:

  • 2005    SEA Games (U-23)
  • 2007    ASEAN Football Championship

Samsidar adalah pemain kelahiran Makassar 29 tahun silam yang berposisi sebagai penjaga gawang. Ia pernah bersinar di Timnas Indonesia U-23 kala membela Garuda Muda bertarung di ajang SEA Games Filipina 2005. Namun sayang pada saat itu Indonesia gagal membawa medali setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-4, takluk 0-1 ditangan Malaysia pada perebutan tempat ketiga.

Pada tahun 2007 Samsidar kembali dipercaya memperkuat Tim Nasional dalam ajang ASEAN Football Championship. Akan tetapi dalam even yang diselenggarakan di Singapura dan Thailand tersebut Samsidar kalah bersaing dengan Hendro Kartiko sehingga lebih akrab dengan bench ketimbang merumput. Dalam 3 kali Indonesia tampil selama babak penyisihan, pemain yang mengawali karirnya di Gaspa palopo ini tidak pernah dimainkan.

Samsidar adalah tipe penjaga gawang yang memiliki insting yang memukau, jeli setiap ada bola dan mampu membaca pergerakan pemain lawan. Bakat pemain asal Masamba, Luwu Utara ini sebenarnya sudah terlihat ketika ia membela klub Divisi Satu, Pesim Maros. Terbukti Sam langsung menjadi rebutan tim-tim besar saat itu, seperti Persebaya Surabaya dan Persija. Pada Liga Indonesia XI (2005/06) Samsidar pindah ke PSM Makassar dan bertahan di tim Juku Eja selama beberapa musim. Posisi kiper utama PSM mulai diraih saat LI XII, ketika Pasukan Ramang dilatih Carlos de Melo. Nah, sejak saat itu dia tak tergantikan di bawah mistar.

Pemain satu ini dulunya mempunyai “penyakit” unik. Dia termasuk salah seorang pemain yang fobia pesawat terbang. Untuk penerbangan jauh, terkadang dia memilih absen membela PSM. Persiwa Wamena merupakan salah satu klub yang paling dihindari. Dalam dua musim terakhir, kiper bernomor punggung 1 itu dua kali absen membela PSM setiap away ke Wamena.

Terakhir, dia pernah memilih absen memperkuat PSM di babak 32 besar grup H Piala Indonesia 2010 di Jayapura. “Saya itu fobia pesawat. Terkadang, kalau rasa takut ini muncul, saya lebih baik memilih kena pemotongan gaji. Saya tidak bisa melawan rasa takut itu. Makanya, di klausul kontrak saya minta khusus, jangan saya main di Wamena,” ungkapnya kala itu.

Sebagai pemain Samsidar juga memiliki catatan buruk di lapangan. Dia pernah dihukum berupa larangan bermain selama 12 bulan serta denda Rp10 juta, namun setelah manajemen PSM melakukan banding, hukuman itu dikurangi menjadi empat bulan. Samsidar diganjar sanksi cukup berat setelah dinyatakan bersalah memukul wasit Fiator Ambarita asal Bandung saat partai tandang PSM melawan Persiwa Wamena pada pertandingan lanjutan kompetisi Liga Indonesia pertama 10 April 2007.

Sebagai tembok pertahanan terakhir yang pernah dipercaya selama bertahun-tahun, penurunan performa merupakan musuh utama. Mungkin itu merupakan alasan PSM tidak memperpanjang kontrak Samsidar pada musim 2010/11, selain alasan “indisipliner” yang santer diberitakan media. Hal itu pula yang menjadi pertanyaan besar bagi pecinta Kabau Sirah yang memilih kiper jebolan Diklat Ragunan Jakarta ini menggantikan Ahmad Kurniawan yang kembali ke Arema Indonesia. Bahkan lebih mengejutkan lagi, pada musim perdana di Padang Samsidar disodorkan kontrak sebesar 700 Juta rupiah untuk satu musim.

Namun keraguan ini dijawab dengan penampilan apik. Seakan menemukan kembali sentuhannya yang hilang, dibawah arahan pelatih kiper Zulkarnain Zakaria, Samsidar menjawab kepercayaan Coach Nil Maizar dengan penampilan yang mengesankan. Bahkan Samsidar hanya diistirahatkan jika mengalami cidera. Total penampilan 20 pertandingan sepanjang pergelaran Liga Super Indonesia 2010/11 dimainkan dengan total durasi 1.569 menit.

Kembalinya Samsidar ke Tim Garuda

Menghadapi Qatar dalam Pra-Piala Dunia 2014 Brazil, pelatih Timnas Indonesia kembali memanggil Samsidar yang sudah lama absen membela Garuda. Walaupun Sam dipanggil baru sebatas untuk Pelatnas dan diperkirakan akan sulit bersaing dengan 3 kiper lainnya (Feri Rotinsulu, I Made Wirawan, Hendro Kartiko), namun prestasi ini cukup untuk membuktikan kalau Samsidar masih mempunyai taji dan pantas dipertahankan menajemen Semen Padang FC sebagai kiper utama untuk musim kedua di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. (Rieko)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *