AFC: Laga Persib vs Semen Padang FC Fantastis

Liga Prima IndonesiaSpartacks Cyber. Tim Assessment Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) yang baru saja menuntaskan verifikasi ke-24 klub peserta Indonesian Premier League (IPL) tampak kagum melihat laga pembuka yang mempertemukan Persib melawan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu 15 Oktober 2011 sore.

Kenapa tidak, partai pembukaan kompetisi sepakbola profesional musim 2011/12  itu disaksikan sekitar 35.000 penonton, belum termasuk ribuan lainnya yang tidak bisa masuk stadion. Stadion Si Jalak Harupat pun membiru lantaran disesaki puluhan ribu bobotoh yang datang dari berbagai penjuru Bandung Raya.

“Fantastis! Stadion benar-benar penuh. Padahal, di luar masih banyak yang belum bisa masuk,” ujar Benjamin Tan, Competition Manager AFC, yang diangguki dua rekannya, Shahin Rahmani (Media & Communication AFC), serta Alisher Nikimbaev (Research & Assessment Manager AFC) yang bertindak sebagai ketua tim.

Tontonan menarik itu rupanya mampu menghapus kepenatan mereka setelah menempuh perjalanan selama empat jam dari Jakarta, yang diwarnai kemacetan parah sejak dari Bandung menuju Soreang. Alisher, Benjamin, dan Shahin tampak mengangguk-angguk sambil sesekali tersenyum.

Sebelum duduk di tribun VIP, ketiganya sempat berbincang-bincang dengan beberapa panitia pertandingan (panpel). Setelah itu Benjamin dan Shahin melakukan inspeksi dadakan ke sejumlah ruangan, seperti yang mereka lakukan beberapa hari sebelumnya. “Oke, tidak ada masalah. Kalaupun ada yang perlu dibenahi cuma sedikit,” terang Shahin, saat ditanya hasil inspeksinya ke ruang kerja media, ruang ganti pemain, area mixed zone, serta pintu masuk utama.

Di luar stadion, delegasi dari Kuala Lumpur, Malaysia, itu tak kalah kagum melihat banyaknya penjual merchandise khas Maung Bandung, julukan Persib Bandung. Terutama Alisher yang memang membidangi marketing.

Dalam setiap kunjungannya, Alisher paling kerap mengingatkan manajemen klub agar pandai-pandai memaksimalkan potensi yang bisa mendatangkan keuntungan. Salah satunya merchandise, yang pada sebagian besar klub-klub di Indonesia tidak dikelola dengan maksimal. Padahal, selain penjualan tiket dan ponsor, merchandise merupakan sumber pendapatan penting bagi sebuah klub.

“Klub harus punya sistem penjualan merchandise yang bagus. Jangan sampai dijual bebas, sementara klub tidak dapat apa-apa,” Alisher mengingatkan dalam berbagai kesempatan. (Sumber: TribunNews)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *