Bomber Benua Hitam Lebih Garang Dibanding Latin

Sejak dibolehkan pemain asing berlaga di liga Indonesia pada Liga Indonesia pertama tahun 1994, banyak hal menarik dicermati khususnya mengenai bomber asing yang paling subur di tim Semen Padang FC. Salah satunya tentu kita mencari kunci keberhasilan Edward Wilson Junior, pemain depan asal Liberia yang sampai saat ini masih setia menemani tim Kabau Sirah. Jumlah gol yang disarangkan Edu (Sapaan Edward) juga menyakinkan penonton urang awak bahwa ia memang pilihan yang tepat untuk mengisi barisan depan tim Semen Padang FC musim ini. Sebelumnya, Semen Padang FC pernah memakai jasa beberapa pemain Afrika sejak liga Indonesia musim 2001. Edward Wilson Junior menjadi bomber asing paling subur dalam sejarah tim Semen Padang. Musim perdana di Liga Super Indonesia 2010/2011, Edu berhasil mencetak gol 19 biji.

Sebelumnya, Semen Padang FC pernah memakai jasa pemain seperti Mustafa Abubakar, selanjutnya ada Samde Gamojay, dan kemudian striker haus gol Grefide Friday, Nine Mamadou. Dua nama terakhir merupakan ikon Kabau Sirah selama beberapa musim. Jangan heran, ketika itu koleksi golnya cukup banyak. Dibanding penyerang lokal sekelas Nico Susanto, Kusdianto, Budi Kurnia dan lainnya, jumlah gol bomber asal Afrika itu sangat jauh. Nah, tapi striker asal Afrika, tipenya hanya tukang gendor, soal teknis, rasanya masih ada kelemahan mengenai teknik.

Jika dibandingkan striker asal benua Afrika, benua Latin masih ada nama yang patut jadi bahan buah bibir sampai saat ini oleh penonton setia Semen Padang FC. Bomber Semen Padang FC asal Latin antara lain Cristian Gonzales, yang merumpun di Semen Padang di musim 2003, 2004. Seterusnya ada Fleitas, yang tukang ‘’telepon’’ ketika cetak gol dengan gaya orang menelepon memakai sepatunya. Terus ada bomber Argentina Cristian Iulino. Bahkan pemain Amerika jadi tulang punggung yang mantap ketika ikut meramaikan bursa pemain di Semen Padang. Bahkan pemain asing asal Brazil, Antonio de luis Olivera, yang hadir bersama Renato, tak memiliki skill yang mapan. Akibatnya sering dibangku cadangkan.

Maka, layak pemain asal benua hitam paling subur di jajaran bomber asing. Walaupun kontribusi pemain  asal Afrika tak banyak di sector depan, tapi ketika ia dipercaya di depan, maka ia ganas. Begitu juga pemain asal Latin, pemain juga memiliki skill individu di atas rata-rata. (Eko Kurniawan)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.