Profil Elie Aiboy Semen Padang FC

Nama Lengkap: Elie Aiboy

Tempat tanggal lahir: Jayapura, 20 April 1979

Posisi: Midfielder

Negara: Indonesia

Caps / Goal: 33 / 7 (berdasarkan laga kelas A FIFA)

Tinggi / berat badan: 169 cm / 69 kg

Nomor Punggung: 8

Karir klub:

  • 1997-1998 : PSB Bogor
  • 1998-1999 : Persipura Jayapura
  • 1999-2002 : Semen Padang FC
  • 2002-2004 : Persija Jakarta
  • 2005-2006 : Selangor FC
  • 2006-2007 : Arema Malang
  • 2007-2008 : Selangor FC
  • 2008-2009 : PSMS Medan
  • 2009-2010 : Persidafon Dafonsoro
  • 2010-sekarang : Semen Padang FC

Elie Aiboy, pemain kelahiran Jayapura 32 tahun silam merupakan salah satu pemain asal Papua yang dibesarkan oleh Semen Padang FC. Elie bergabung dengan Kabau Sirah pada tahun 1999 bersama rekannya Erol Iba, yang sebelumnya bermain untuk Persipura Jayapura. Penampilannya yang memukau selama 3 musim membuat kecewa dan sedih sebagian besar publik sepakbola Sumatera Barat saat ia memutuskan untuk pindah ke Persija Jakarta pada tahun 2002.

Elie bertahan di Persija sampai musim 2003./04 berakhir dan selanjutnya bermain di Selangor FC, klub sepakbola Malaysia. Pada musim pertamanya di Negeri Jiran tersebut, bersama Bambang Pamungkas, Elie langsung mempersembahkan gelar treble untuk Selangor, yaitu Liga Perdana Malaysia, Piala Malaysia dan Piala FA Malaysia serta mengantarkan Selangor FC promosi ke Liga Super Malaysia. Elie juga berhasil menyabet gelar pemain terbaik Piala FA Malaysia tahun 2005.

Pada 2007 Elie kembali pulang ke tanah air dan membela Arema Malang. Pada musim tersebut Elie sempat memperkuat Arema berlaga di Liga Champion Asia (AFC Champion League) dan menyumbangkan satu gol. Namun sayang langkah Arema terhenti di babak penyisihan grup.

Setelah berakhirnya musim kompetisi 2007/08 Liga Indonesia, Elie kembali ke Selangor. Kedatangan Elie sebenarnya telah dinantikan Fans Selangor, namun karena keterlambatan berakhirnya jadwal Liga Indonesia, Elie terpaksa bergabung ketika Liga Super Malaysia telah berjalan beberapa pekan.

Menyusul dilarangnya penggunaan pemain asing oleh FAM (Federasi sepakbola Malaysia), pada musim 2008/09 Elie kembali ke Indonesia dan membela PSMS Medan selama satu musim. Kemudian pindah ke Persidafon Dafonsoro pada musim 2009/2010 sebelum akhirnya kembali lagi ke Semen Padang FC pada musim 2010/11.

Kembalinya Elie ke Padang disambut baik oleh masyarakat Minang dan Manajemen Kabau Sirah. Elie langsung diplot menjadi Kapten. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, namun kecepatan dan kelindahannya masih menjadi momok bagi pemain bertahan lawan. Gerakan khas-nya yang biasa menusuk dari sisi kiri pertahanan lawan kemudian memberikan umpan matang kepada ujung tombak SPFC. Determinasi yang tinggi membuat Elie selalu menjadi motor serangan Kabau Sirah. Bahkan bisa dikatakan sebagian besar gol SPFC berawal dari pergerakannya. Selain itu eksekusi bola mati Elie juga cukup mematikan.

Tidak pernah diturunkan selama 90 menit penuh karena keterbatasan akibat usia, namun suami dari Dahlia Yulia memberikan kontribusi yang sangat berarti selama musim 2010/11. Ketegasannya di lapangan mampu menjaga kekompakan tim dan meredam emosi beberapa pemain Kabau Sirah lainnya yang tergolong mempunyai tempramen tinggi. Elie adalah sosok pemain yang punya sikap pengayom dan mendidik. Ia juga tidak pelit dalam soal ilmu khususnya sepakbola pada para pemain muda.

Memasuki musim 2011/2012 sepertinya ban kapten masih tetap dipercayakan kepadanya oleh pelatih Nil Maizar. Pemain yang berencana mengakhiri karir sebagai pemain sepakbola di Semen Padang FC ini akan tetap memimpin rekan-rekannya memburu prestasi yang lebih baik di Liga Super Indonesia.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.