SPFC Tolak Seratus Persen Wacana Peleburan ISL dan LPI

Jakarta, SPARTACKS Cyber. Ketidakjelasan format kompetisi Liga Indonesia musim depan akhirnya membuat Direktur Utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) angkat bicara. Elizar Anwar secara tegas menolak wacana peleburan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dengan Liga Super Indonesia (LSI).

Ini disebabkan status LPI yang belum mempunyai jenjang kompetisi terarah dan terukur. Kondisi itu jelas berbanding terbalik dengan LSI. Bagi klub yang ingin bermain di LSI harus melalui kompetisi Divisi III, II, I dan utama. Hanya sejumlah tim terbaiklah yang berhak dipromosikan ke kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia ini.

”Benar, untuk promosi ke ISL, kami harus berkompetisi mulai dari Divisi III hingga Divisi utama, dan juga tak sedikit biaya yang kami keluarkan untuk melalui tiap kompetisi itu. Jadi jelas, saya dan manajemen menolak seratus persen peleburan tersebut,” ujar Erizal Anwar dikutip dari Padang Ekspres.

Menurutnya, peleburan kedua kompetisi ini hanya akan menimbulkan masalah baru bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang baru saja terlepas dari masalah. Bahkan dia yakin ini juga bisa menimbulkan gejolak masyarakat yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Peleburan kedua kompetisi ini, dinilainya justru bakal ditolak sejumlah tim dari LSI yang merasa telah mengorbankan energi dan biaya banyak untuk bisa promosi ke LSI. Ia meyakini tim seperti Persib Bandung, Persiba dan Persisam punya pandangan sama dengan Kabau Sirah (julukan Semen Padang).

Jadi pengganti Toto Sudibyo sejak Januari lalu ini meminta agar PSSI bisa bertindak arif dalam mengambil keputusan. ”Saya yakin, hampir seluruh tim ISL bakal menolak keputusan ini nantinya. Jadi perlu dipertimbangkan lagi,” ungkap Erizal.

Jika PSSI tetap ngotot? Posisi yang cocok untuk status kompetisi yang diusung Arifin Panigoro itu paling tinggi selevel divisi utama. ”Kompetisi ini lebih cocok dileburkan ke divisi utama,” jelas Erizal. Profesionalitas wasit perlu pula dibenahi untuk memberi jaminan terselenggaranya pertandingan yang fair, dan tidak mengorbankan citra PSSI.

Selain tim yang didanai pabrik semen terutua di Asia Tenggara ini, dikabarkan tim lainya yang juga menolak wacana ini adalah Pelita Jaya. Manejer The Young Guns (julukan Pelita Jaya), Lalu Mara Satria Wangsa menilai format kompetisi ISL sudah terdaftar di AFC dan FIFA jadi tidak bisa dirobah begitu saja.

Begitu juga dengan Ketua Umum (Ketum) Persib Bandung, Umuh Muchtar yang juga berharap masalah bergulirnya kompetisi musim depan bisa cepat dirampungkan. Sehingga masing-masing tim bisa mempersiapkan diri.

Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan Persibo Bojonegoro. Ketua Umum Persibo Bojonegoro Taufik Risnendar malah menyambut positif wacana peleburan kedua kompetisi ini.  Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila peleburan jadi dilaksanakan. Terutama segi profesionalitas di kompetisi tersebut. “Kalau wacana yang berkembang, peleburan ini bisa direalisasikan, ini merupakan sesuatu yang positif,” ungkap Taufik Risnendar.

Rencana pembahasan format kompetisi yang akan dilaksanakan oleh PSSI tanggal 4 agustus nanti juga belum ada kejelasan. Saat ini dikabarkan Ketua Umum PSSI dan beberapa orang perwakilan sedang melakukan koordinasi dengan Presiden AFC dan Wakil Presiden FIFA Prince Ali Al Hussein untuk membicarakan format kompetisi.

“Kami masih menunggu pertemuan klub-klub dengan PSSI yang membahas format kompetisi yang belum jelas di musim depan,” ungkap Elizar lagi pada kesempatan lanniya kepada Bola.net. Pembahasan menyangkut format kompetisi ini sangat penting mengingat hal ini berdampak pada persiapan tim untuk berlaga di satu kompetisi.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *