Rapor Pemain Kabau Sirah (Bagian Terakhir)

SumbarOnline. Pada awalnya banyak yang merespon baik atas pembelian mantan striker timnas Indonesia, Saktiawan Sinaga oleh manajemen SP. Berbekal pengalaman dan jam terbang bermain pada klub-klub besar seperti PSMS Medan dan Persik Kediri jelas kualitas seorang Sakti Sinaga layak jual dan pantas memperkuat Kabau Sirah di kasta tertinggi sepakbola nasional.

Namun seiring berjalannya waktu, lamban laun penilaian itu mulai sedikit kabur. Olah bola dan ketajaman si anak Medan mulai luntur, meski pada pertengahan putaran pertama lalu mulai konsisten menciptakan beberapa gol penentu. Nilai 7 setidaknya pas diberikan untuk pemain kelahiran 19 Februari 1982 itu.

Namun sayangnya tak sedikit diantara pecinta Kabau Sirah menyangsikan Sakti mampu bertahan di Semen Padang tahun depan, namun sebetulnya pengalaman dan jam terbangnya masih dibutuhkan tim, kita lihat saja perkembangannya!

Suheri Daud. Nama pemain ini mulanya sedikit asing dibelantika sepakbola nasional apalagi publik Sumbar. Meski acap menjadi pemain spesialis paruh waktu, namun Suheri begitu cepat mencuri perhatian fans Kabau Sirah.

Bukan itu saja anak dari dua orang putra ini disebut-sebut sebagai sosok super sub yang sering menciptakan gol-gol krusial yang menyelamatkan Semen Padang dari kekalahan baik saat tampil sebagai pemain pengganti maupun pilar utama saat absennya Edu dilini depan.

Nilai 8 layak kiranya diberikan karena penampilannya yang menawan, enerjik dan total dalam bermain. Besar harapan pemain berusia 25 tahun itu kembali merumput di Semen Padang tahun depan bahkan kans sebagai pemain pilarpun tak tertutup untuknya.

Nama Budi Kurnia tentu tak asing lagi ditelinga pencinta Semen Padang, mantan pemain PON Sumbar itu pernah menjadi andalan pada kompetisi Divisi Utama sebelumnya, pada saat belum didekap cedera. Namun belakangan penampilan Budi semakin menurun dan selalu berkutat dibangku cadangan. Dengan sedikit berat, penulis memberikan nilai 6 untuk pemain ini.

Jika ditanya pemain yang paling subur dan berpengaruh di tim Kabau Sirah selama bergulirnya kompetisi DISL tahun ini, jawabannya tentu Edward Wilson Junior. Pemain asal Liberia itu mendadak mencuri perhatian publik sepakbola seantero negeri dengan aksi-aksinya yang memukau dalam menjebol gawang lawan. Malahan gol pemain bernomor punggung 22 itu termasuk ke dalam 10 gol terbaik ISL 2011.

Tak bisa di pungkiri, Edu dibesarkan Semen Padang sejak 3 tahun yang lalu, itu makanya pemain yang menceploskan 16 gol pada kompetisi bergengsi di Indonesia itu merasa berutang budi pada klub dan berkeinginan memamakai seragam Kabau Sirah pada musim berikutnya.

Meski banyak tim yang menginginkan jasanya, sebutlah Persipura, Persija dan tim besar lainnya. Namun kans edu bertahan di Semen Padang sangatlah besar, tentunya jika manajemen serius mempertahannya pada kompetisi berikutnya. Nilai 8,5 merupakan kredit poin tertinggi yang penulis apresiasikan untuk pemain kelahiran 1984 itu.

Anda pun tentu memiliki penilaian sendiri tentunya!

Oleh : Arief Kamil (jurnalis olahraga di www.sumbaronline.com dan tinggal di kota Padang)

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.