Wacana Superliga ASEAN: Bisa Terselenggara Beberapa Tahun Lagi

Singapura, SPARTACKS Cyber. Ada kabar baik bagi pencita sepakbola di negara-negara ASEAN. Setelah sukses menggelar pergelaran Piala AFF sejak tahun 1996 (dulu bernama Piala Tiger), beberapa tahun kedepan direncanakan akan digelar turnamen serupa tingkat klub. Turnamen ini nantinya akan bertajuk Superliga ASEAN.

Hal tersebut diungkapkan oleh Andrew Georgiou, chief executive dari World Sport Group, mitra dari federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) dalam hal marketing. Dia menegaskan bahwa hal terpenting yang masih dirumuskan adalah bagaimana kompetisi ini bisa mendukung sepakbola lokal di masing-masing negara.

“AFF telah membentuk sub-komite untuk membahas hal ini,” ujar Georgiou dikutip dari AFP.

Proposal ASEAN Super League pertama diajukan oleh federasi sepakbola Singapura pada tahun 2006. World Sport Group memperkirakan kompetisi ini bisa berlangsung paling cepat tahun 2013.

Diberitakan Straits Times, konsep yang ditawarkan adalah kompetisi ini diikuti antara 12 hingga 16 tim yang berasal dari negara-negara anggota AFF. Negara besar seperti Indonesia bisa mengirimkan dua hingga tiga wakil. Setiap tim akan mendapatkan anggaran tahunan 2 juta dollar AS dan hadiah untuk juara adalah 1 juta dollar AS.

Ada satu hal penting yang masih menjadi pertimbangan utama bagi realisasi rencana tersebut. “Hal paling kritis adalah kami harus memastikan kompetisi ini mendukung sepakbola lokal dalam negeri masing-masing,” ujar Georgiou.

“Kami tidak ingin mematikan liga lokal. Kami ingin memberikan sebuah langkah yang menjembatani antara liga lokal dengan tim nasional, sebab tujuan utama dari kompetisi ini adalah meningkatkan kualitas tim nasional,” lanjutnya.

Georgiou berpandangan bahwa kualitas tim nasional di kawasan Asia Tenggara sangat buruk meski pun sepakbola menjadi olahraga favorit masyarakat.

“Tak ada tim dari Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia tahun ini, tidak ada tim dari Asia Tenggara yang bisa berbuat banyak di kualifikasi Piala Dunia.”

“Kualitas tim nasional di sini menyedihkan, dan alasan dari hal tersebut adalah kualitas klub-klub yang ada juga buruk,” pungkasnya.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.