Widodo Santoso: Kesuksesan Semen Padang FC karena Ancaman

Widodo SantosoPadang, SPARTACKS Cyber. Dalam sepakbola, ancaman dari penguasa seringkali berbuah keberhasilan bagi sebuah klub. Hal itu juga yang terjadi pada Semen Padang FC musim ini. Hasil yang bisa dikatakan diluar dugaan tersebut ternyata berawal dari ancaman jajaran direksi, komisaris dan pemilik saham PT. Semen Padang sebagai penyandang dana klub yang bermarkas di Bukit Indarung ini.

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Widodo Santoso, mantan dirut PT Semen Padang yang juga Ketua Umum Semen Padang FC pada acara syukuran dan perpisahan beliau kemarin (Selasa, 21 Juni 2011) di wisma Indarung, Padang, pemilik otoritas perusahaan semen tertua di Asia Tenggara tersebut pernah mengancam akan membubarkan Kabau Sirah jika pada musim ini SPFC kembali degradasi ke Divisi Utama Liga Indonesia.

“Karena saya diancam begitu oleh komisaris dan pemilik saham, saya juga melakukan hal yang sama kepada pelatih dan tim. Ternyata, diakhir kompetisi kami mampu mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujar Widodo. Sebagaimana yang kita ketahui, Semen Padang tidak hanya mampu bertahan di Super Liga Indonesia, namun juga mampu finish di papan atas yaitu menempati peringkat keempat dari 15 tim yang tersisa sampai akhir kompetisi.

Widodo juga menambahkan bahwa kesuksesan SPFC memperoleh prestasi yang membanggakan ini tak lepas dari dukungan semua insan pecinta sepakbola di Sumatera Barat, terutama sekali kedua suporter setia yaitu SPARTACKS dan The Kmers.

Sosok yang dicalonkan menjadi anggota Ecxo PSSI ini juga menyatakan bahwa prestasi yang didapat tim yang nyaris tanpa bintang menunjukan bahwa tim ini dibangun dengan semangat kerjasama yang kuat dan solid. “Ini yang juga membanggakan kita. Tanpa pemain berlabel bintang, kita berhasil mengangkangi sejumlah tim yang dihuni banyak pemain bintang,” katanya.

“Ke depan untuk bisa lebih baik, kebersamaan dalam tim tersebut harus tetap dijaga,” tambahnya.

Rahasia keberhasilan lain yang diungkapkan Widodo adalah tim selalu mempelajari gaya permainan lawan melalui rekaman video bersama-sama. “Cara demikian, baru tahun ini kita lakukan. Saya berharap hal tersebut tetap dipertahankan,” tutur mantan Direktur Utama PT Semen Padang yang dikabarkan akan meminpin perusahan Semen Tonasa di Makassar itu.

Komisaris Utama PT Semen Padang, Muzani Syukur, mengapresiasi prestasi ini. Terkhusus kepada Widodo, dia menyatakan, salut atas perannya mempertahankan esksistensi tim. “Saya masih ingat beberapa tahun lalu tim ini akan dibubarkan, karena tidak kunjung mendapatkan prestasi yang baik. Namun, Pak Widodo dan dengan caranya bisa meyakini pemilik saham bahwa tim ini akan berprestasi, maka sampai kini tim ini tetap ada dan mendapat prestasi membanggakan,” tuturnya.

Rieko SP

Aku hanya seorang suporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.